Belajar dari manusia: mendobrak rintangan bahasa

Namanya Yukari. Seorang gadis asal negeri Sakura berusia 23 tahun. Perawakannya tinggi langsing dengan rambutnya lurus sebahu. Senyum selalu tersungging di bibirnya. Ia berbicara dengan penuh semangat, mengingatkan saya pada karakter-karakter perempuan di anime.

Yukari adalah salah satu delegasi Jepang di konferensi tahunan ini. Ia ditakdirkan berada di kelompokku, kelompok 18, bersama 16 orang delegasi lain dari 10 negara yang berbeda. Bersama orang-orang dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda, tentu saja akan menarik kalau bisa berbagi kisah.

Hanya saja, sayangnya, Yukari kurang lancar berbahasa Inggris, bahasa yang ditetapkan menjadi bahasa persatuan di konferensi ini.

Continue reading “Belajar dari manusia: mendobrak rintangan bahasa”

[bunsay] membangun istana pasir

Setelah diajak bermain ke pantai, rupanya kami semua dapat pesan untuk membangun sebuah istana pasir. Apakah ada aturannya? Tentu tidak, guys. Baik desain, peralatan, maupun cara membangunnya bebasss. Pasirnya pun terserah kita, mau pakai pasir pantai boleh, pasir bawa sendiri juga boleh.

Kami hanya diberi petunjuk: self talk. Ngomong dhewe karo atimu.

Ya udah. Karena diminta ngomong sendiri, sekalian ngomong di sini ya.

Disclaimer: di bawah ini adalah monolog kegelisahan hati saya, bagian dari ngomong sendiri. Bisa penting, bisa tidak. Lewati saja kalau membosankan.

Continue reading “[bunsay] membangun istana pasir”

Mantra

Buat saya, menjaga keikhlasan dalam beribadah itu gampang-gampang susah. Banyak susahnya daripada gampangnya. Padahal salah satu syarat diterimanya suatu amalan adalah ikhlas dilakukan karena Allah semata.

Dalam usahanya, saya bersyukur Allah memberikan petunjuk lewat tulisan seorang ustaz.

Continue reading “Mantra”

Eyang favorit

Malam itu saya “mengobrol” dengan papa yang sedang terbaring tak sadar di ruang High Care Unit (HCU). Saya sampaikan permintaan maaf atas sikap saya selama ini, begitu pun saya telah memaafkan beliau. Saya ceritakan bagaimana mama yang tidak mau pulang walaupun lelah. Terus setia menunggu papa dalam segala kondisi.

Semua baik-baik saja sampai saya menceritakan tentang anak saya.

Continue reading “Eyang favorit”

Menyapih TV

Dulu saya gemas lihat anak saya tidak tertarik nonton TV. Kan lumayan kalau dia nonton TV anteng saya bisa melakukan hal lain, pikir saya dulu.

Tapi itu dulu.

Perkenalan anak saya pada asyiknya menonton TV dimulai dari rumah orangtua. Btw, kalau pulang ke rumah orangtua saya, anak saya jadi primadona. Maklum, cucu pertama. Semua semangat ingin bermain bersamanya. Tak terkecuali Eyang Kung-nya.

Hanya saja ada gap yang cukup berarti antara stamina anak saya dengan Eyang Kungnya. Hal itu menyebabkan Eyang Kung kewalahan dalam mengasuh, tapi di sisi lain masih ingin main bareng. Lalu apa siasat Eyang Kung?

Continue reading “Menyapih TV”

Your feeling is valid

Ponsel suami saya berbunyi. Ia mengobrol singkat dengan seseorang. Setelah obrolan diakhiri, ia berkata, “Kita siapkan untuk pindah ya.”

Wacana pindah sudah ada sejak beberapa bulan lalu. Kami sadar rumah yang kami tempati dengan sistem kontrak ini tidak bisa diperpanjang lagi masa kontraknya. Alhamdulillah sudah ada pengganti yang pas. Kami sengaja mencari agak jauh waktunya dari jatuh tempo kontrakan agar ada waktu untuk bersiap.

Kalau cuma berkemas, mungkin tidak lama. Yang susah adalah mem-briefing anak kami.

Continue reading “Your feeling is valid”

Pencitraan

Ibu dari 2 anak itu tampak lelah. Ia berusaha tersenyum saat bertemu saya. Senyum “menghormati” karena sudah lama tak bersua secara offline. Alih-alih menunjukkan ketegaran yang selama ini tampak di media sosial, ia justru menceritakan hal lain.

Continue reading “Pencitraan”

Memberi contoh dan mengajarkan

Dalam kajian semalam, saya mendapat wawasan baru tentang adab memuliakan tamu. Disebutkan bahwa memuliakan tamu sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. yang kisahnya diabadikan dalam Al Qur’an.

Alkisah Nabi Ibrahim a.s. kedatangan 2 orang tamu (yang sebenarnya adalah malaikat) berkunjung ke rumahnya. Setelah mempersilakan mereka masuk, Nabi Ibrahim a.s. diam-diam segera masuk rumah dan mempersiapkan hidangan berupa daging anak sapi gemuk.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam kisah ini.

Continue reading “Memberi contoh dan mengajarkan”

Adab terhadap sejawat

Mari kita berilustrasi.

Kita sudah belajar sesuatu sampai kita dinyatakan mahir. Kita siap mengamalkan ilmu pada mereka yang membutuhkan ilmu kita. Kita paham bahwa setiap orang yang membutuhkan ilmu kita akan berbeda kebutuhannya menyesuaikan kondisinya.

Ada seni dari setiap pilihan tindakan kita.

Lalu tiba-tiba negara api menyerang…

Continue reading “Adab terhadap sejawat”