[bunsay] makan salmon

Ada beberapa hal yang sering saya perdebatkan dengan anak. Yah, meskipun semuanya remeh sih, seperti soal mandi dan makan. Menurut teori, anak usia 3 tahun memang sedang rebel. Semuanya ingin diputuskan sendiri. Tak jarang apa yang saya tawarkan padanya akan ditolak dan apa yang tidak ditawarkan justru akan diterima. Jadi di momen komunikasi efektif ini, saya mau coba membujuk dan berdamai dengan perdebatan-perdebatan sepele tadi.

Continue reading “[bunsay] makan salmon”

[bunsay] belajar surfing

Bosen ih main pasir terus. Mau coba yang lebih menantang. Mumpung masih di pantai, jadi kepikiran kalau nyoba surfing gimana ya? Tengok kanan-kiri, eh nemu 2 orang pemandu yang bisa diminta tolong untuk mengajari surfing. Alhamdulillah. Memang rezekinya belajar surfing berarti.

Sebelum memilih papan untuk surfing, kedua pemandu tadi memberikan arahan.

Apakah itu?

Continue reading “[bunsay] belajar surfing”

[bunsay] membangun istana pasir

Setelah diajak bermain ke pantai, rupanya kami semua dapat pesan untuk membangun sebuah istana pasir. Apakah ada aturannya? Tentu tidak, guys. Baik desain, peralatan, maupun cara membangunnya bebasss. Pasirnya pun terserah kita, mau pakai pasir pantai boleh, pasir bawa sendiri juga boleh.

Kami hanya diberi petunjuk: self talk. Ngomong dhewe karo atimu.

Ya udah. Karena diminta ngomong sendiri, sekalian ngomong di sini ya.

Disclaimer: di bawah ini adalah monolog kegelisahan hati saya, bagian dari ngomong sendiri. Bisa penting, bisa tidak. Lewati saja kalau membosankan.

Continue reading “[bunsay] membangun istana pasir”

Mantra

Buat saya, menjaga keikhlasan dalam beribadah itu gampang-gampang susah. Banyak susahnya daripada gampangnya. Padahal salah satu syarat diterimanya suatu amalan adalah ikhlas dilakukan karena Allah semata.

Dalam usahanya, saya bersyukur Allah memberikan petunjuk lewat tulisan seorang ustaz.

Continue reading “Mantra”

Ramadhan terbaik

Ramadhan tahun ini beda.

Tahun ini tidak tarawih di masjid seperti ramadhan sebelumnya. Tidak juga subuhan.

Tahun ini tidak ada agenda silaturahim bersama kerabat melalui buka bersama. Pun tidak ada agenda yang sama dengan para sahabat dan orang-orang terdekat.

Tahun ini 90% makanan untuk sahur dan berbuka dimasak sendiri. Ngabuburit pun tinggal wacana.

Tahun ini bajunya masih sama dengan biasanya. Ah, tahun-tahun sebelumnya juga ya.

Tahun ini beda. Tapi buat saya, tahun ini adalah Ramadhan terbaik. Best I ever had.

Eh, kenapa gitu?

Continue reading “Ramadhan terbaik”