Shy Shy Cat dan renungan tentang literasi

Beberapa hari lalu, saya dan suami mengisi waktu luang dengan menonton film di N*tflix. Pilihan jatuh pada film Indonesia berjudul Shy Shy Cat.

Film ini menceritakan tentang Mira, si gadis kota yang sukses dengan karirnya. Di usianya yang ke-30 tahun, tiba-tiba Mira diminta pulang oleh orangtuanya di desa untuk menikah.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Bapaknya Mira pernah berjanji pada seorang ustaz di desanya untuk menikahkan Mira dengan anaknya ustaz tersebut yang bernama Otoy. Mira tidak mau. Sosok Otoy baginya tak lebih dari anak nakal di masa kecilnya.

Tapi janji harus ditepati. Karena itu Umi dan Jessie, kedua sahabat Mira, memutuskan ikut ke desa untuk menggagalkan perjodohan mereka. Namun, saat tiba di desa, mereka terkejut melihat desa telah berubah. Begitu pula Otoy.

Continue reading “Shy Shy Cat dan renungan tentang literasi”

Jaga Asa Membaca

Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020 saya mendapat kesempatan mengikuti webinar Festival Bulan Bahasa 2020 melalui aplikasi zoom. Webinar yang diselenggarakan oleh Pelita ini menghadirkan Windy Ariestanty, founder Patjarmerah, sebagai pemateri. Dalam kesempatan kali ini, Windy mengusung tema “Jaga Asa Membaca dengan Etalase Bergerak”.

Continue reading “Jaga Asa Membaca”

[ulasan buku] Mirah dari Banda

Judul buku: Mirah dari Banda
Pengarang: Hanna Rambe
Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Jumlah halaman: 388 halaman
Harga: <50k

“Dalam lingkungan saya sendiri, ia menjadi anak saya. Juga anak Tuan Besar. Namun di muka umum, ia diperlakukan sebagai perempuan Indo. Derajatnya lebih tinggi dari saya, wanita yang melahirkannya, lebih rendah dari Tuan Besar, pria yang menyebabkan kelahirannya. Saya rasa jalan pikiran seperti itu tidak dapat dimengerti. Mungkin karena saya bodoh, orang kontrak belaka, maka saya tak bisa menangkap pikiran seperti itu?”

Continue reading “[ulasan buku] Mirah dari Banda”

Mantra

Buat saya, menjaga keikhlasan dalam beribadah itu gampang-gampang susah. Banyak susahnya daripada gampangnya. Padahal salah satu syarat diterimanya suatu amalan adalah ikhlas dilakukan karena Allah semata.

Dalam usahanya, saya bersyukur Allah memberikan petunjuk lewat tulisan seorang ustaz.

Continue reading “Mantra”

Ramadhan terbaik

Ramadhan tahun ini beda.

Tahun ini tidak tarawih di masjid seperti ramadhan sebelumnya. Tidak juga subuhan.

Tahun ini tidak ada agenda silaturahim bersama kerabat melalui buka bersama. Pun tidak ada agenda yang sama dengan para sahabat dan orang-orang terdekat.

Tahun ini 90% makanan untuk sahur dan berbuka dimasak sendiri. Ngabuburit pun tinggal wacana.

Tahun ini bajunya masih sama dengan biasanya. Ah, tahun-tahun sebelumnya juga ya.

Tahun ini beda. Tapi buat saya, tahun ini adalah Ramadhan terbaik. Best I ever had.

Eh, kenapa gitu?

Continue reading “Ramadhan terbaik”

Eyang favorit

Malam itu saya “mengobrol” dengan papa yang sedang terbaring tak sadar di ruang High Care Unit (HCU). Saya sampaikan permintaan maaf atas sikap saya selama ini, begitu pun saya telah memaafkan beliau. Saya ceritakan bagaimana mama yang tidak mau pulang walaupun lelah. Terus setia menunggu papa dalam segala kondisi.

Semua baik-baik saja sampai saya menceritakan tentang anak saya.

Continue reading “Eyang favorit”