Miscarriage

Sumber: IG @raehanul_bahraen

Saya bingung mulai dari mana.

Ingin rasanya menunjuk apapun atau siapapun untuk disalahkan, tapi kemudian saya sadar bahwa semua yang terjadi tentu sudah atas izin Allah. Termasuk kejadian ini.

Untuk beberapa lama diri ini bingung dan linglung.

Lapar. Tapi tak ingin makan.
Bahkan comfort food tak ingin saya sentuh.
Baca buku. Tapi semua buku seolah tak menarik.
Mencari kesibukan. Tapi badan saya terlalu lelah untuk itu.
Ingin tidur. Tapi mata ini menolak terpejam.
Ingin istirahat. Rasanya letih sekali, seperti baru melahirkan. Walaupun yang dilahirkan hanya gumpalan darah berusia 7 minggu.

Pada akhirnya sajadah dan mukena menjadi tempat saya berteduh sejenak dari segalanya.

Saya percaya, Allah sayang sekali pada saya. Dihadirkannya semua kesakitan, ketakutan, dan kesedihan dua hari ini untuk menggugurkan dosa saya. Ditabahkannya saya untuk menambah pahala saya yang tak seberapa. Dan dijanjikannya syafaat di yaumul hisab nanti untuk orangtua yang kehilangan anaknya, termasuk karena keguguran. Insya Allah. Wallahu’alam.

Dan kamu, Adek, terima kasih sudah sempat mampir, walaupun baru berbentuk kantung. ❤️

Foto 1 hari sebelum luruh, terima kasih sudah sempat “berbentuk” dan membuat kami senang melihatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *