Zona nyaman

Ketika hari-harimu berjalan terlalu biasa saja, mungkin itu saatnya kau menambahkan hal yang berbeda. Tantangan, misalnya.

Seperti pagi ini, ketika saya memutuskan bersepeda sejauh hampir 12 km.

Selama beberapa bulan ini saya suka bersepeda tiap pagi. Jalurnya tidak jauh-jauh dari komplek sekitar rumah. Masih dalam lingkup kecamatan yang sama. Paling lama 30 menit, itu juga kadang sudah termasuk saat berhenti beli sarapan atau sekadar jajan di minimarket.

Jarak terjauh saya paling hanya ke kecamatan sebelah. Saat itu saya berniat memberi kejutan pada suami dengan membelikan makanan kesukaannya. Padahal sebenarnya bisa dibeli lewat aplikasi online.

Kalau kata motivator di luar sana, saya sedang berusaha keluar dari zona nyaman. Walaupun nyaman itu sendiri spektrumnya sangat luas.

Ngomong-ngomong soal zona nyaman, saya pernah melakukannya saat masa kerja dulu. Sudah enak di tempat kerja dengan jadwal fleksibel, saya malah pindah ke tempat yang jadwalnya tiap hari. Belum lagi tugas saya ditambah: mengurusi manajemen. Tiap hari saya merasa lelah. Merasa salah pilih tempat kerja. Nyatanya setelah resign, saya memang merindukan masa-masa itu.

Hal lain yang pernah saya lakukan terkait keluar dari zona nyaman mungkin adalah saat pindah ke Bandung. Tak kenal siapa-siapa selain suami dan keluarganya, bahkan dulu tak pernah terpikir untuk jalan-jalan ke Bandung saking asingnya. Tidak tahu harus tanya ke siapa selain google. Tidak punya rekomendasi. Tidak punya teman. Sampai akhirnya gabung di Ibu Profesional dan jadi punya teman.

Mungkin hidup memang harus demikian. Tidak terpaku pada kenyamanan. Kalau sudah mulai nyaman, coba keluar sedikit dan cari tantangan di luar sana.

Salam dari saya, pesepeda amatir yang bangga sudah menyelesaikan 12 km pagi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *