[bunsay] memandikan truk

Di hari kedua ini, saya belajar dari buku Enlightening Parenting karya Cikgu Okina Fitriani tentang komunikasi yang mencerahkan. Salah satu poinnya adalah menyisipkan “setelah” dan “sementara”.

Seringkali orangtua menggunakan reward sebagai pancingan agar anak mau menurut. Tapi hal tersebut hanya akan membuat anak cenderung berorientasi pada reward. Penggunaan kata “setelah” dan “sementara” bisa membuat reward yang didapat seolah kejadian biasa.

Pagi ini setelah mengajak jalan-jalan, saya coba tawarkan anak saya untuk mandi. Selama ini urusan mandi memang tidak ada jadwal yang teratur. Ditambah anak yang tidak ingin disuruh, makin menantanglah usaha untuk menyuruhnya mandi.

Saya duduk di sebelahnya, merangkul sambil senyum manis.

“Vin, setelah mandi kita makan yoghurt yuk!”

Matanya berbinar. “Ayo!”

“Mama siapkan baknya ya, sementara kamu pilih mainan mana yang mau dimandikan. Truk yang baru dibeli di Malang kayaknya belum pernah dimandikan.”

“Oh iya. Sama truk trailer juga ya!”

“Oke!”

Bisa dibilang agenda komunikasi produktif pagi ini berjalan lancar. Anaknya mandi sendiri sambil memandikan mainan-mainannya. Bahkan mandinya sambil nyanyi. 😂

Evaluasi hari ini:

Pemilihan reward harus disesuaikan apa yang memang dia inginkan, tapi juga jangan berlebihan. Harus dijaga biar aktivitasnya memang menyenangkan, sehingga tanpa reward pun sebenarnya nggak apa. Tapi juga nggak boleh bohong. Kalau sudah janji kasih reward harus ditepati.

⭐⭐⭐⭐⭐

#harike2
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *