[bunsay] belajar wakeboarding


Main pasir sudah. Surfing sudah. Matahari belum terbenam. Ngapain lagi enaknya di pantai?
Aha! Nyobain wakeboarding aja yuk!

Kebetulan ada pelatih yang siap membantu. Kami dikumpulkan di satu tempat sambil dijelaskan tentang beberapa hal.


Pertanyaan pertama dari para pelatih: ilmu apa yang ingin dipelajari, ditingkatkan, dilatih, dan dapat dibagikan?

Hmm, pertanyaan mudah tapi juga sulit, Ferguso. Saya amat sangat suka belajar. Mempelajari hal baru, menjadi tahu akan sesuatu, semua itu membuat saya berbinar.

Kalau jawab “pengin belajar semuanya!” kok rasanya kemaruk temen. Jadi mari kita atur sesuai dengan kebutuhan saat ini. Tentunya semua harus disesuaikan dengan core value dari IIP, yaitu Belajar – Berkembang – Berkarya – Berbagi – Berdampak.

Pertama, saya harus nanya dulu kebutuhan saya apa sih? Apa hal terbesar yang sedang saya butuhkan? Mengapa pada akhirnya saya memutuskan ikut bunsay?

Pernah saya mengamati beberapa orang. Kok dia hebat ya bisa percaya diri membagi sesuatu yang ia tahu. Saya sendiri kalau disuruh berbagi suka minder. Merasa kalau ilmu saya belum dalam. Saya tahu, tapi nggak sedalam itu.

Saya kembali bertanya-tanya. Kok bisa saya tahu macam-macam tapi nggak dalam?

Ternyata saya ada masalah dengan komitmen dan konsisten dalam belajar.

Kok bisa?

Jadi gini. Seringkali saya sudah semangaaaat banget belajar sesuatu. Lalu ternyata di tengah jalan saya merasa bosan. Akhirnya ilmu itu saya abaikan. Tidak saya perdalam lagi. Sehingga jadilah saya jack of all trades alias bisa semua, tapi ya levelnya jack doang, nggak sampai king atau bahkan ace.

Permasalahan dari semua itu adalah kurangnya keinginan untuk komitmen dan konsisten saat mempelajari sesuatu. Maka dari itu, harapan saya dengan mengikuti kelas bunsay (yang konon lebih lama dari masa kehamilan manusia ini) bisa membuat saya berusaha mencari cara untuk terus komitmen dan konsisten terhadap apa yang sedang saya pelajari.

Dengan mempelajari secara sungguh-sungguh apapun yang sedang ingin dipelajari, insya Allah akan membuat diri ini berkembang. Sehingga nantinya bisa menghasilkan karya dan bisa berbagi. Pada akhirnya bisa memberikan dampak yang baik pada sekitar.

Kalau gitu gimana menentukan peta pembelajaran?

Dimulai dari menentukan satu hal yang ingin dipelajari. Lalu bikin mind map tentang apapun yang mungkin bisa dicari dan digali dari hal tersebut. Bikin agenda belajar sekaligus target. Evaluasi rutin untuk bisa mengukur sudah sepaham apa diri ini.

Tantangan apa yang mungkin dihadapi?
Oh ya jelas pasti rasa bosan dan distraksi atas keingintahuan terhadap hal lain.

Untuk mengatasinya harus disesuaikan dengan karakter moral Ibu Profesional:
1. Running the mission alive
Punya misi. Untuk saat ini saya ingin jadi spesialis. Ingin meninggikan gunung, bukan meratakan lembah.
2. Don’t teach me, I love to learn
Yang ini insya Allah sudah paham. Tetap semangat dan pantang menyerah.
3. I know I can be better
Tiap hari harus bisa minimal 1% lebih baik dari hari kemarin.
4. Always on time
Belajar menghargai waktu diri sendiri. Memanfaatkan setiap waktu untuk kebaikan diri.
5. Sharing is caring
Setelah belajar banyak, beranikan diri untuk berbagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *