[bunsay] belajar surfing

Bosen ih main pasir terus. Mau coba yang lebih menantang. Mumpung masih di pantai, jadi kepikiran kalau nyoba surfing gimana ya? Tengok kanan-kiri, eh nemu 2 orang pemandu yang bisa diminta tolong untuk mengajari surfing. Alhamdulillah. Memang rezekinya belajar surfing berarti.

Sebelum memilih papan untuk surfing, kedua pemandu tadi memberikan arahan.

Apakah itu?

Ternyata surfing juga ada aturannya. Ini laut bukan punya nenek moyang loe. Aturan ini harus dihayati dan ditaati dengan baik, karena saat taat maupun tidak taat akan ada konsekuensinya.

Ada banyak coach surfing di pantai ini. Dari yang ngajari gaya standar sampai gaya kayang juga ada. Tinggal gimana kita–walaupun ternyata udah bisa gaya lumba-lumba–nggak jadi keminter dan lantas sakarepe dhewe bahkan cenderung nggak hormat sama coach. Hati-hati, ilmunya nggak berkah nanti.

Sebelum belajar, cek diri sendiri dulu. Maunya apa dengan belajar ini? Mau pamer? Mau beneran pengin bisa? Atau ada niatan lain? Karena bagaimana pun juga ilmu yang kita terima bergantung pada niat tersebut.

Lalu saat belajar juga jangan iya-iya aja. Tetap harus proaktif nanya, minta diajari, aktif belajar dan mencoba. Gagal di awal? Ya nggak apa. Kan masih belajar. Yang penting terus dicoba dan pantang menyerah.

Dan jangan telat datang ya. Yang butuh ilmu siapa, masa telat waktu belajar? Kalau memang sudah ada jadwalnya, maka kondisikan agar segalanya kondusif saat jadwal belajar dimulai.

Sudah paham teori tentang surfing? Bagus. Mau dibagikan ilmunya? Boleh. Tapi alangkah baiknya kalau dipelajari dulu, praktik dulu, biar tahu benar-salahnya, susah-gampangnya. Jadi pas dibagikan memang konkrit dari pengalaman sendiri.

Cara milih papan gimana? Cara belajarnya gimana? Milih gaya surfing yang asyik gimana?

Bebas itu mah. Semua boleh, kecuali yang nggak boleh.

Yang nggak boleh misalnya:

1. Lagi fokus belajar, tiba-tiba bahas gimana pemerintahan kita sekarang. Udah atuh, yang itu mah di forum lainnya wae. Di kelas surfing mah fokus aja sama bahasan surfing.

2. Lagi diskusi, eh tiba-tiba ghibahin coach lain. Trus ujung-ujungnya ngomongin yang gak baik atau fitnah. Diskusi yang harusnya nambah pahala malah jadi nambah dosa. Nggak berkah ntar ilmunya.

3. Lagi nyobain teknik surfing, tiba-tiba bahas “si eta si anu si inu kok gendut ya? Pantesan gak bisa seluncur dia.” Lah, belum tau dia babi dan anjing di Paw Patrol juga bisa surfing.

4. Debat tak berujung. Ini nih. Lagi mudik aja pengin segera nyampe ujung biar bisa istirahat, ini malah nyari yang gak ada ujungnya. Moal cape, Jang?

5. Lagi milih papan, eh si eta nawari join bisnis dia aja biar dapat kapal pesiar. Lah sini maunya belajar surfing kok. Mana bisa surfing di kapal pesiar.

Terus terus kalau nemu yang gituan gimana?

Gampangnya diingetin dulu. Kasih tahu dengan adab dan akhlak yang baik. Nggak di depan umum. Japri aja. Kalau orangnya masih bebal, ya udah coba diingatkan lagi.

Kalau jadi baper trus nggak mau belajar lagi? Ya udah sih, berarti kelas surfing ini bukan buat dia. Toh dia gak bisa menaati aturan yang ada. Dia belum bisa se-frekuensi. Gitu.

Kalau terjadi ke diri sendiri? Mari dikembalikan ke tujuan awal belajar. Niatnya apa tadi? Semoga dengan mengingat kembali niat jadi bisa segera memperbaiki diri.

Udahan ah. Yuk lanjut belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *