Ramadhan terbaik

Ramadhan tahun ini beda.

Tahun ini tidak tarawih di masjid seperti ramadhan sebelumnya. Tidak juga subuhan.

Tahun ini tidak ada agenda silaturahim bersama kerabat melalui buka bersama. Pun tidak ada agenda yang sama dengan para sahabat dan orang-orang terdekat.

Tahun ini 90% makanan untuk sahur dan berbuka dimasak sendiri. Ngabuburit pun tinggal wacana.

Tahun ini bajunya masih sama dengan biasanya. Ah, tahun-tahun sebelumnya juga ya.

Tahun ini beda. Tapi buat saya, tahun ini adalah Ramadhan terbaik. Best I ever had.

Eh, kenapa gitu?

Tahun ini Allah berikan kelancaran ibadah. Setiap hari bisa tilawah. Tanpa terusik rencana bukber dan sebagainya.

Tahun ini Allah berikan ketenangan dalam menikmati 10 hari terakhir Ramadhan. Suatu hal yang langka, karena biasanya harus menikmatinya di kereta saat pulang ke rumah orangtua.

Tahun ini Allah berikan kemudahan untuk benar-benar menahan nafsu. Baik nafsu makan ini itu, maupun belanja yang tak perlu.

Tahun ini Allah anugerahkan kehangatan pada keluarga. Sampai ke level terkecil, yaitu hanya bersama suami dan anak saja.

Tahun ini Allah mampukan untuk mengisi waktu dengan hal-hal yang berfaedah. Ketimbang nongkrong tak jelas maupun keluyuran yang tak guna.

Tahun ini Allah mudahkan untuk selalu ibadah tepat waktu. Tak perlu saling menunggu. Berdesak-desakkan di mushola tempat makan sambil diburu waktu.

Iya, tahun ini istimewa. Walaupun jauh dari orangtua. Walaupun tahun pertama Ramadhan tanpa papa.

Alhamdulillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *