Membuat meal plan selama Ramadhan

Bismillah.

Marhaban yaa Ramadhan. Sudah hari ketiga. Alhamdulillah. Setelah lama tidak menulis, hari ini memutuskan berbagi pengalaman baru tentang membuat meal plan selama Ramadhan ini.

Sebelumnya saya ingin menjelaskan beberapa kondisi:

– Ramadhan kali ini insya Allah kami full di rumah tanpa mudik dan keluar rumah karena masih situasi pandemi;
– ini kesempatan emas untuk bisa ibadah lebih optimal karena tidak disela mudik dan tidak ada godaan ngabuburit, dll;
– kami punya anak usia 31 bulan yang suka makan;
– kondisi perekonomian tidak stabil sehingga harus banget menghemat;
– belanja sayur dan bahan makanan semua serba online agar lebih aman.

Karena beberapa hal di atas, saya membuat meal plan sambil didiskusikan dengan suami.

Bagaimana pengaturan meal plan kami?
1. Meal plan dibuat untuk 10 hari, lalu diulang 3 kali selama Ramadhan.
2. Biar masih fresh masakannya, menu sahur dan sarapan jadi satu. Lalu menu makan siang dan berbuka (makan malam) juga jadi satu. Jadi sehari masak 2 kali.
3. Menu masak pagi adalah yang cepat. Kalau bisa dimasak malam sebelumnya akan lebih baik.
4. Menu masak siang lebih beragam. Wajib seimbang antara sayur dan protein karena ketahanan tubuh dalam masa pandemi ini sangat penting.
5. Buat daftar seluruh makanan dari hari pertama sampai hari sepuluh.
6. Kemudian rinci bahan tiap menunya sampai detail (misal bawang butuh berapa, sayur X butuh berapa, dll).
7. Setelah dirinci, hitung cost per menunya. Kami punya budget harian yang harus dipatuhi. Kalau seluruh menu hari itu masih sesuai budget berarti bisa masuk daftar. Tapi kalau ada yang lebih, pilihannya dihilangkan atau substitusi atau pengurangan bahan.
8. Hitung kebutuhan per item selama 10 hari. Misalkan bawang bombay butuh sekian, wortel butuh sekian, dll. Lalu buat daftar belanja.
9. Sesuaikan daftar belanja dengan bahan yang sudah tersedia.

Saya belanja per 5 hari, dengan pertimbangan beberapa bahan tidak bisa awet sampai 10 hari. Selama masa pandemi ini kami belanja ke tukang sayur online. Tinggal buka katalog, bikin daftar, kirim via WA ke tukang sayurnya, kemudian besok pagi dikirim.

Setelah semua bahan datang:
1. Cuci bersih bahan
2. Pisahkan per menu di wadah khusus
3. Kalau masih ada waktu, sekalian kupas dan potong biar saat masak tinggal masukkan saja

Setelah menu selesai dibuat, malamnya saya evaluasi. Apakah takaran sudah pas/kurang/berlebih? Hasil evaluasi dicatat untuk bahan koreksi 10 hari berikutnya.

Tentu saja meal plan tiap keluarga bisa berbeda sesuai kebutuhannya. Semoga tulisan ini bisa membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *