Adab terhadap sejawat

Mari kita berilustrasi.

Kita sudah belajar sesuatu sampai kita dinyatakan mahir. Kita siap mengamalkan ilmu pada mereka yang membutuhkan ilmu kita. Kita paham bahwa setiap orang yang membutuhkan ilmu kita akan berbeda kebutuhannya menyesuaikan kondisinya.

Ada seni dari setiap pilihan tindakan kita.

Lalu tiba-tiba negara api menyerang…

Gak ding. 🤣

Tiba-tiba ada orang lain, belajar hal yang sama dengan kita di tempat berbeda, mendapat ilmu yang tidak jauh berbeda dari kita, yang dari segi level keilmuan sebenarnya sejajar dengan kita.

Ia muncul dengan gagahnya menanyakan apa yang telah kita berikan pada orang lain. Membicarakan kekurangan pemberian kita, bukan pada kita langsung, tapi lewat orang lain. Tujuan dia baik, hanya ingin membantu kita memberikan yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan.

Tapi bukan begitu caranya.

Di Islam juga dijelaskan soal adab menegur. Jangan dilakukan depan orang lain. Itu prinsip. Selain orangnya jadi kesel dan malu, apa yang kita sampaikan jadi mantul alias gak didenger.

Selain itu ketimbang langsung menghakimi pilihannya, lebih bijak kalau menanyakan dulu alasan di balik setiap pilihan yang diambil atau tidak diambil. Bukan berarti lebih mengerti lantas patut untuk menghakimi.

Belajar itu seni. Menegur pun ada seninya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *