Mengambil hikmah dari Paw Patrol

What? Paw Patrol? Really?

Belakangan ini anak saya mulai suka nonton kartun di TV. Paw Patrol salah satu favoritnya.

Buat yang belum tahu, Paw Patrol ini sekumpulan anjing yang punya kendaraan dan peralatan khusus untuk menolong orang dengan dipimpin seorang anak lelaki bernama Ryder. Yah, tipikal film superhero gitu deh, tapi karakternya anjing.

Walaupun ini kartun anak-anak, tapi ada beberapa hal yang saya pelajari dari nonton Paw Patrol bareng anak saya:

1. Whenever you’re in trouble, just yelp for help!

Sebenarnya plot Paw Patrol ini sama saja tiap episodenya:

Ada yang lapor terjadi masalah – Ryder mengumpulkan para anjing – Ryder memilih anjing yang berangkat – berangkat ke TKP – menyelesaikan masalah – semua senang.

Tapi coba diperhatikan lagi.

Kebanyakan masalah yang disodorkan ke Ryder dan Paw Patrol adalah kasus emergensi. Itu berarti mereka dituntut untuk segera tiba di lokasi. Ryder, si pemimpin, mampu dengan cepat menangkap permasalahan yang dikirim ke dia dan memilih anjing mana yang akan diberangkatkan.

Serius, itu cepet banget lho. Walaupun mungkin case-nya terkesan remeh ya karena film anak-anak. Sepertinya Ryder cocok buat kerja di IGD. Saya jadi berpikir, Ryder bisa mikir dan membuat keputusan secepat itu karena ia mengenal potensi para anjing.

Let’s say…sebenarnya para anjing ini nggak punya kemampuan apa-apa. Mereka bisa membantu karena dibekali kendaraan dan peralatan canggih. Mereka pun juga nggak punya inisiatif lho. Kebanyakan mereka baru bereaksi setelah diberi instruksi oleh Ryder. Karena itulah peran Ryder sangat vital di sini.

Makanya sebagai pemimpin, Ryder wajib kenal potensi para anjing. Agar ia bisa memberi instruksi yang cepat dan tepat.

Jadi kalau mau kerjaan kita sukses, sebagai pemimpin harus bisa memetakan kelebihan dan kekurangan masing-masing anak buahnya. Sehingga tugas yang tepat bisa sampai pada orang yang tepat dan tujuan bisa tercapai.

2. No job is too big, no pup is too small

Walaupun nggak punya kemampuan, tapi para anjing sangat jago mengoperasikan kendaraan dan perlengkapan mereka. Ibarat mereka sudah well-trained dengan barang mereka masing-masing.

Nah, ada satu kasus dimana seekor anjing perlu istirahat sehingga anjing lain mencoba mengoperasikan kendaraannya. Hasilnya? Kacau!

So if you’re good at something, learn more about it and be the best. Jangan meratakan lembah, semua-semua ingin dikuasai. Jadilah spesialis, sehingga ketika kamu nggak ada, orang kehilanganmu.

3. Paw Patrol is on a roll!

Ini yang saya suka. Nggak seperti film superhero lain yang sifatnya berkelompok, Paw Patrol nggak keroyokan. Kalau memang dalam suatu masalah cukup bawa 2 anjing saja maka yang lain tidak perlu ikut. Cukup stand by di markas dan siap kalau sewaktu-waktu diperlukan bantuannya.

Dengan pembagian tugas ini, kita belajar menghargai baik peran diri maupun peran orang lain. Semua ada porsinya. Semua ada tanggung jawabnya. Semua ada waktunya untuk tampil.

4. Paw Patrol owns Nick Jr

Just kidding. 😆

But seriously…di saat film lain tayangnya paling cuma 10-30 menit, Paw Patrol bisa sampai 1 jam lebih! Sponsor terbesar Nick Jr kayaknya. 😂

Pencitraan

Ibu dari 2 anak itu tampak lelah. Ia berusaha tersenyum saat bertemu saya. Senyum “menghormati” karena sudah lama tak bersua secara offline. Alih-alih menunjukkan ketegaran yang selama ini tampak di media sosial, ia justru menceritakan hal lain.

“Aku capek. Mengurus 2 anak usia berdekatan ternyata sangat melelahkan,” ujarnya.

Continue reading “Pencitraan”

Memberi contoh dan mengajarkan

Dalam kajian semalam, saya mendapat wawasan baru tentang adab memuliakan tamu. Disebutkan bahwa memuliakan tamu sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. yang kisahnya diabadikan dalam Al Qur’an.

Alkisah Nabi Ibrahim a.s. kedatangan 2 orang tamu (yang sebenarnya adalah malaikat) berkunjung ke rumahnya. Setelah mempersilakan mereka masuk, Nabi Ibrahim a.s. diam-diam segera masuk rumah dan mempersiapkan hidangan berupa daging anak sapi gemuk.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam kisah ini.

Continue reading “Memberi contoh dan mengajarkan”

Adab terhadap sejawat

Mari kita berilustrasi.

Kita sudah belajar sesuatu sampai kita dinyatakan mahir. Kita siap mengamalkan ilmu pada mereka yang membutuhkan ilmu kita. Kita paham bahwa setiap orang yang membutuhkan ilmu kita akan berbeda kebutuhannya menyesuaikan kondisinya.

Ada seni dari setiap pilihan tindakan kita.

Lalu tiba-tiba negara api menyerang…

Continue reading “Adab terhadap sejawat”

Jangan cuma tubuh yang diurus

Masih edisi muhasabah. 😆 Kali ini saya merenung tentang persepsi saat mengurus keluarga yang sakit.

Pada kondisi papa, karena lagi sakit, yang dipikir hanya gimana makannya biar dimakan. Atau gimana menjaga kebersihan tubuhnya saat BAK, BAB, dan saat jadwalnya mandi. Atau gimana agar bobonya nyaman, dan seterusnya.

Tapi kadang satu hal ini dilupakan.

Continue reading “Jangan cuma tubuh yang diurus”