Berkembang

Semalam saat menyiapkan makan, saya tiba-tiba teringat curhatan seorang ibu di acaranya IP Bandung beberapa waktu silam.

Ia yang merupakan ibu muda beranak 1 (usia <1 tahun) rupanya punya suami yang jauh lebih jago masak. Jagonya ini yg beneran jago sampai nolak bumbu jadi, penyedap, dll. Sementara kemampuan si ibu kebanting banget cuma bisa masak air, mie, telor, nasi, dan sebangsanya.

Lalu si ibu cerita sehari-hari tiap pagi suaminya masak sebelum ngantor. Kalau break siang balik rumah untuk masak lagi. Selain karena lebih jago, si suami juga pengin memudahkan kerjaan istrinya.

“Udah kamu fokus urus anak, urusan masak biar aku aja.” Kira-kira gitu lah.

Sebenarnya nggak ada masalah sih, semua dikembalikan ke value keluarga masing-masing kan.

Konflik muncul ketika si ibu ingin seperti ibu-ibu lain yg bisa bikinin bekal makanan buat suaminya, tapi seringnya nggak dapat kesempatan untuk masak karena suaminya sudah ambil alih duluan.

Dan sedihnya, si suami ambil alih karena udah yakin masakan si istri nggak lebih enak dari masakan dia. Daripada nggak jelas, mending kasih ke dia aja yang memang sudah jago.

Ini hal sepele mungkin ya. Tapi dari situ saya jadi merenung tentang pengembangan diri.

Perempuan, ketika jadi istri dan ibu, apalagi ketika mayoritas kegiatannya dihabiskan di rumah, bukan berarti tidak bisa berkembang. Justru ada banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Termasuk urusan masak.

Menurut saya, suami adalah satu kunci berkembangnya seorang istri. Kalau sejak awal suami tidak memberi kesempatan, sampai kapan pun istri kemampuannya ya segitu-gitu aja.

Dan hal ini menurut saya merupakan hal yg penting juga untuk dibahas sebelum memutuskan utk menikah, yaitu sebatas apa suami ridho membolehkan bahkan memfasilitasi istrinya untuk mengembangkan diri.

Karena hidup juga kan pembelajaran yang tiada henti. Betul? 😊

Yang masih belum menikah, pertimbangkan baik-baik soal ini. Diskusikan bersama calon suami.

Yang sudah terlanjur menikah dan mengalami hal serupa, tetap diskusikan juga. Namanya juga pasangan hidup, masa tidak pernah mau diajak diskusi sih? 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *