Curhatan anak

Mata kecilnya berbinar menatap saya. Mulutnya berbicara tanpa henti, membahas apapun yang menurutnya menarik. Walaupun sebenarnya yang ia ceritakan cukup remeh bagi saya.

Baginya, saat ini saya adalah dunianya. Tempat menampung semua obrolannya. Mendengar semua kisahnya.

Pelukan saya yang ia cari ketika bangun tidur. Takut. Sedih. Cemas. Atau bahkan senang.

Ia sangat percaya pada saya sehingga semua kegiatannya harus bersama saya. Sementara ini saya lah satu-satunya teman mainnya.

Sungguh saya takut kalau ini semua akan hilang dari saya akibat kesalahan saya.

Continue reading “Curhatan anak”