[BD] Mendesain kurikulum keluarga

By Ummu Balqis

Kurikulum: berhubungan dengan institusi pendidikan
Penyusunannya akan disesuaikan kemampuan dan kebutuhan jenjang pendidikan. Lama waktu juga disesuaikan oleh maksud dan tujuan sistem.
Kurikulum keluarga: guidelines yang dibuat oleh keluarga terkait pengembangan diri kita sebagai orangtua dan tumbuh kembang anak2 kita.
Komponen yang dididik: ortu dan anak2 beserta yang tinggal bersama (mis: pengasuh)
Keluarga yang terencana akan beda output dengan keluarga yang let it flow.

QS An Nisa: 9 = Allah memerintahkan kita mendidik anak2 secara serius agar ketika kita tinggalkan mereka dalam keadaan siap dalam berbagai sisi (ilmu, aqidah, akhlak, ekonomi, dll).
Kita harus punya rencana yang jelas keluarga akan dibawa ke mana.

Komponen kurikulum keluarga:
1. Tujuan. Misal: mengenalkan aqidah pada anak.
2. Topik pembelajaran: kaitkan dengan tujuan. Misal: aqidah tentang keberadaan Allah. Mengenalkan eksistensi Allah.
3. Strategi pembelajaran: misal kemah di alam, ajak anak memperhatikan ciptaan2 Allah.
4. Detail planning: riset dulu di tempat kemah ada apa saja, lalu rancang kegiatan nanti akan ngapain aja saat di sana. Selama berkegiatan juga diajak diskusi terkait tujuan. Detail masukkan semua termasuk pendanaan, alokasi waktu, dll.
5. Evaluasi: cek lagi apakah anak paham apa yang telah didiskusikan tadi.

Buat agar setiap aktivitas menjadi edukasi yang terarah dan bermakna.
Aktivitas tidak harus outdoor. Bisa di rumah, asal jelas konsep aktivitasnya.

Sebelum kurikulum dibuat:
1. Pastikan seluruh keluarga siap untuk menghebat semua. Kerjasama dengan suami untuk ubah mindset kita dalam pengembangan potensi diri dan keluarga.
2. Rumuskan tujuan dan arah langkah keluarga. Bahwa kita tidak main2. Tiap anggota memiliki perannya.
3. Kenali karakter tiap anggota keluarga. Cari metode paling pas untuk anak kita.
4. Evaluasi bersama. Setelah kegiatan bersama selalu ada evaluasi apakah telah tercapai tujuan yang diinginkan. Evaluasi tidak harus harian. Disesuaikan dengan tujuannya.

Desain kurikulum sesuai karakter dan kebiasaan keluarga. Keluarga yang suka kegiatan outdoor pasti beda kurikulum dengan keluarga yang suka di rumah.

Kurikulum berimbang:
– dunia dan akhirat: nggak hanya ibadah, tapi juga keterampilan dunia (memasak, olahraga, dll)
– skill individual vs skill sosial: berbagi mainan, antre, interaksi dengan teman, dll
– spiritual vs fisik: ada waktunya olahraga bersama dan ibadah bersama
– rekreatif vs edukatif: agar anak tidak jenuh ada yang rekreatif (mengunjungi taman bermain) dan ada yang edukatif (ikut kelas tahsin Qur’an, mengunjungi museum)

Kurikulum Luqman Hakim: Bapak Parenting islami
Beliau adalah orang sholeh yang hidup sebelum Nabi Daud a.s. dan diduga merupakan guru dari Nabi Daud a.s.
Beberapa pesan Luqman dalam mendidik anaknya terekam di QS Luqman: 13-19
1. Aqidah: luas cakupannya, bisa cek BD level 1. Misal: ambil rapor anak. Nilai adalah qodlo Allah. Sedangkan usaha dalam mencapai nilai itu yang akan dihisab.
2. Muraqabatullah: rasa untuk selalu diawasi oleh Allah. Ditanamkan sedini mungkin agar anak tidak hanya baik di depan kita, tapi setiap saat. Contoh aktivitas: bikin stiker bertuliskan “Allah is watching you” lalu diwarnai bareng dan ditempel di berbagai tempat di rumah.
3. Sholat: teori dan latihan sholat
4. Amar ma’ruf nahi munkar: peduli terhadap penyampaian hal baik serta mengingatkan kawan atau orang lain.
5. Sabar: melatih kesabaran sepaket dengan manajemen emosi anak. Lakukan aktivitas yang dapat meredam emosi saat anak marah, misal hitung sampai 10 kalau kesal.
6. Rendah hati: tidak sombong
7. Sederhana: hidup sederhana

Edukasi pasangan: bisa bermacam2 sesuai keperluan tiap pasangan terkait relasi kita pada Allah, pada sekitar, dan sosial.
Waktunya bisa dicari sebelum tidur, misalkan 45-60 menit.

Rancang tiap kegiatan dengan bermakna.

Quality time dengan sepenuh jiwa. Tidak sekedar duduk bersama.

Passion anak lebih mudah ditemukan seiring makin banyak kegiatan yang kita rancang.
Membuat kegiatan berorientasi terhadap manfaatnya dunia akhirat.

Ada hikmah di tiap kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *