[BD] Perceraian dalam Islam

By Ustadzah Meti Astuti

Indonesia merupakan negara dengan tingkat perceraian tertinggi di Asia Pasifik.Penting untuk memahami hak dan kewajiban suami istri dan pemenuhannya.
Disharmonisasi umumnya karena melalaikan pemenuhan tersebut.
Ketika ada fungsi di keluarga (keagamaan, pendidikan, dll) tidak berjalan juga bisa membuat tidak bahagia dan menyebabkan disharmonisasi. Misal istri merasa tidak berkembang setelah menikah.
Target tertinggi syaithon adalah mengganggu hubungan rumah tangga suami istri.
Minim ilmu agama membuat pasangan tidak memahami tujuan rumah tangga.
Pahami faktor penyebab dan lakukan pencegahan.Berkeluarga: ibadah sepanjang hidup
Rumah tangga: ujian nyata tentang kesabaran, ilmu agama, dll
Sabar: dalam menjalankan ibadah dan menghadapi ujian (finansial, anak, dll)
Keran dialog harus selalu lancar karena hidup bersama terus
Kehancuran bisa karena: hal kecil dibesarkan atau sebaliknya
Harus bisa menakar masalah secara proporsional dan komunikasi efektifKetika harus bercerai: jaga kehormatan masing2 dan hak2 anak tetap terpenuhi
Jangan buka aib pasangan sekalipun sudah berpisah.
Nafkah anak masih tetap tanggungan ayah kandungnya.Islam pun mensyariatkan perceraian, jika memang bercerai mencegah banyak mudharat ketimbang tetap bersama.Perceraian adalah solusi. Harus menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah baru.
Belum tentu setiap perceraian itu buruk.Tipu daya syaithon untuk memisahkan pernikahan.
Banyak syariat Islam terkait pernikahan. Ketika bercerai akan menimbulkan kekacauan. Karenanya membuat manusia bercerai dianggap prestasi untuk syaithon.
Jangan beri celah untuk godaan syaithon.Hadist: wanita tidak boleh sembarang meminta cerai tanpa alasan yang tepat.
Di luar sana, 60-70% yang meminta cerai adalah wanita. Banyak yang alasannya tidak tepat, misal isu feminisme, penghasilan lebih tinggi, merasa lebih tegas, dll.
Menjadi istri sholihah akan dijanjikan masuk surga dari pintu manapun. Perjuangkan untuk tetap bakti pada suami dalam kondisi apapun.Ketika bertengkar, sangat mungkin kita melihat pasangan buruknya saja. Saat itu kita harus terus berusaha mencari kebaikan dalam keburukan. Ini adalah upaya untuk mencegah perceraian.
Dalam rumah tangga, suami akan dimintai pertanggungjawaban atas semuanya. Posisi istri untuk membantu agar suami mampu mengurus rumah tangganya dengan baik.
Islam memandu agar suami istri senantiasa melakukan perbaikan ketika ada masalah.Jaminan dari Allah ketika bercerai setelah mengupayakan segala hal, maka kedua pihak akan tetap dicukupkan rezekinya.Talak raj’i: Talak yang dijatuhkan suami dan dapat rujuk kembali selama masih masa iddah tanpa butuh akad baru.Talak bainunah shugra: tidak ada peluang untuk rujuk kembali kecuali ada persetujuan istri dengan akad baru.
Yaitu talak raj’i yang masa iddahnya telah usai. Atau talak pada istri telah dinikahi namun belum digauli.Talak bainunah kubra: harus persetujuan istri dan istri sudah pernah menikah lagi dengan pria lain lalu bercerai. Berupa talak ketiga.Talak ketika suci: iddahnya 3x quru’
Talak ketika hamil: iddah setelah melahirkanTalak ada di tangan suami karena suami adalah pemimpin rumah tangga.Wanita boleh mengajukan cerai dengan beberapa syarat.Hak dan kewajiban suami dan istri sudah ada porsinya masing2.
Islam tidak mengharamkan perceraian. Semua sudah ada syariatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *