[BD] Kelas Jurnalistik: Menulis Fiksi

By Dwi Rahayuningsih

Fiksi: khayalan, imajinasi
Jenis fiksi: puisi, novel, cerpen, prosa, syair, gurindam, dll
Cerpen dan novel: perbedaan di jumlah kata dan konflik
Cerpen: 7rb – 10rb kata, harus bisa selesai dibaca dalam sekali duduk

Menulis fiksi seperti bercerita. Ada plot, setting, latar belakang, dll.
Fiksi bisa khayalan murni atau berdasarkan kisah nyata, namun tetap mengandung nilai fiksi (beberapa diubah dari kenyataan).

Tema: pokok permasalahan dalam tulisan yang akan dibuat. Ex: pernikahan, kehidupan rumah tangga, dll
Genre: aliran tulisan. Ex: remaja
Tujuan penulisan: untuk menentukan target pembaca. Akan mempengaruhi alur, konflik, dan gaya penulisan yang akan digunakan.

Tema: pergaulan remaja. Maka lakukan riset tentang hal tsb.
Riset bisa dari pengamatan langsung atau baca buku yang terkait.
Jenis riset: riset konten (terkait cerita yang akan dibuat) dan riset teknik penulisan (memahami teknik penulisan cerpen, dll).
Teknik penulisan: grammar, diksi, dll

Sinopsis: kerangka besar cerita dari awal sampai akhir
Blurb: hanya menceritakan sebagian untuk membuat pembaca penasaran

Kerangka: pedoman agar tulisan tetap berada dalam jalur dan tidak keluar tema

Penjelasan detail tentang tokoh harus ada.
Tokoh: protagonis dan antagonis. Untuk menciptakan konflik.
Deskripsikan kepribadian, latar belakang, cara berpakaian, cara bicara, dll atau tampilkan dalam dialog.
Karakter tokoh tentukan dulu di awal. Misal tokoh pendiam. Maka riset juga orang pendiam seperti apa.

POV orang pertama: aku, saya. Lebih leluasa dalam penulisan. Penulis merasakan apa yang dirasakan tokoh utama. Tapi penulis jadi sulit untuk mengetahui isi pikiran tokoh lain. Tokoh lain hanya dijelaskan sebatas yang dilihat tokoh utama saja.
POV orang ketiga: ia, dia, nama orang. Lebih luas dalam memahami setiap tokoh.

Alur: maju, mundur, campuran.
Maju: kejadian diceritakan secara runut.
Mundur: kejadian diceritakan flashback. “Greget” di awal. Karena konflik diceritakan duluan lalu dijelaskan kenapa konflik bisa terjadi.
Campuran: bisa maju lalu mundur atau sebaliknya.

Agar pembaca dapat merasakan seolah kejadian nyata.
Latar: tempat dan waktu. Harus riset juga untuk menunjukkan suasana cerita.
Penggambaran bisa berupa deskripsi atau adegan tertentu.

Pembuka cerita mempengaruhi rasa penasaran pembaca untuk lanjut baca atau tidak.
1. Aksi: adegan aksi yang dilakukan tokoh. Misal: menggambarkan bunyi ketukan keyboard.
2. Karakter tokoh: penulisan paragraf yang menceritakan si tokoh utama. Gambarkan si tokoh seperti apa.
3. Setting: menggambarkan latar tempat.
4. Pernyataan: pernyataan dari penulis untuk mengingatkan/menyindir/menegaskan sesuatu. Misal: “Orang bilang cinta indah, tapi mengapa saya..”
5. Pemikiran: pemikiran si tokoh. Misal: tokoh sedang menunggu seseorang lalu ia mengingat kenangan bersama orang itu.
6. Dialog: akan membuat penasaran jika dialog di awal sudah menampilkan konflik kecil. Tapi tampilan konflik harus dibuat bertahap agar tidak jenuh.

1. Surpise: ending yang tak terduga sejak awal (twist).
2. Circular: cerita yang ditutup dengan memutar balik ke awal cerita. Bisa gunakan kalimat yang sama dengan awal cerita.
3. Moral: tokoh utama mengambil hikmah dari pelajaran yang didapat selama cerita.
4. Clifhanger: akhir yang menggantung (ending terbuka). Cerita seolah belum selesai. Biasanya untuk pertanda kalau ceritanya akan ada seri berikutnya.
5. Warm fuzy: capturing emotion ending. Menggunakan pernyataan yang sentimentil dan menguras emosi pembaca.
6. Reflection: mirip moral ending menggunakan hikmah. Bedanya ditutup terlebih dahulu dengan refleksi apa yang terjadi di belakang lalu mengambil kesimpulan.
7. Question: diakhiri dengan pertanyaan yang membuat tulisannya terus diingat oleh pembaca.
8. Dialog: gunakan dialog yang sangat penting. Bisa mengungkap kepribadian si tokoh.
9. Funny thought: pemikiran yang lucu.
10. Image: adegan yang menggambarkan secara detail baik setting maupun tokoh (teknik showing).

Menulis fiksi bukan sekedar menulis, tapi sisipkan juga dakwah untuk mencari ridho Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *