[BD] Rambu-rambu aktivitas wanita dalam Islam

By Ustadzah Meti Astuti

– Perempuan diposisikan dalam 2 hal, yaitu manusia pada umumnya (tidak ada bedanya dengan laki2) dan sebagai makhluk Allah dengan kodrat khusus.
– Aturan Islam harus dilaksanakan seutuhnya (tidak sekuler) agar dapat selamat dunia akhirat.
– Keimanan adalah standar kaum muslimin.

– Adanya larangan mengintip pada rumah tanpa seizin penghuninya, bahkan apabila itu rumah ibu sendiri.
– Kehidupan khusus: kehidupan wanita tinggal bersama wanita lain dan mahromnya di mana tidak boleh orang sembarang mengintipnya. Karena itu wajib meminta izin ketika mendatangi tempat kehidupan khusus.
– Allah membolehkan wanita menanggalkan pakaian dan menampakkan aurat dalam kehidupan khusus mereka.
– Ada kewajiban meminta izin untuk masuk ke ruangan/rumah pada 3 waktu, termasuk anak kecil dan hamba sahaya.

– Terdapat hal2 yang diwajibkan untuk lelaki namun tidak untuk wanita, dan sebaliknya.
– Wanita dalam kehidupan umum, jika tidak ada hajat syar’i, lebih baik berada dalam rumahnya.

– Melihat wanita boleh dilakukan saat akan melamar (misal melihat lengan atau betis). Asalkan tidak dalam keadaan berkhalwat, seizin wanita tersebut, dan disertai oleh mahramnya.
– Di antara suami istri tidak ada aurat terlarang.
– Aurat wanita setelah baligh adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan (sebatas genggaman tangan pada ujung pergelangan tangan).
– Bagian tubuh wanita boleh dilihat jika ada hajat syar’i, misal berobat ke dokter.

– Khimar dijulurkan hingga menutup dada. Batasan dada bukan payudara, namun batasan kancing terbawah dari bukaan kerah. Merupakan batas maksimal kepala kita dapat masuk kerah.
– Jilbab adalah pakaian untuk menutup aurat seluruhnya (terjulur).

– Ayat tentang hijab khusus diturunkan untuk istri Nabi, termasuk istri Nabi tidak boleh dinikahi lagi setelah Nabi wafat.
– Cadar hanya diwajibkan pada istri Nabi. Bukan berarti jika istri Nabi diwajibkan maka seluruh wanita muslimah lebih diwajibkan lagi.

– Menjabat tangan laki-laki dengan perempuan membatalkan wudhu. Menyentuh wanita tanpa syahwat tidak haram, namun membatalkan wudhu.
– Hadist tentang ditusuk kepala lebih baik daripada menyentuh perempuan berlaku pada menyentuh yang ada syahwatnya. Karena ditusuk kepala berarti kematian, padahal menjabat tangan pada hadist lain hanya sebatas membatalkan wudhu, tidak sampai harus dihukum mati.
– Berjabat tangan dengan laki2 hukumnya mubah, namun bukan berarti dilakukan seenaknya. Mubah berarti pilihan. Jika banyak mudharat, maka lebih baik ditinggalkan.

– Perintah menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan juga berlaku pada wanita.
– Takwa: rasa takut pada Allah. Bukan atas dasar masalah duniawi semata.
– Ciri bertakwa: tidak hanya sebatas takut pada Allah, tapi juga beramal karena telah diperintahkan Allah. Bukan karena kepentingan sesaat.
– Bertakwa juga berarti qonaah. Bersyukur atas yang dimiliki. Tidak kufur nikmat.
– Mereka yang bertakwa juga selalu mempersiapkan diri untuk urusan akhirat.
– Menghindari syubhat lebih baik untuk menjaga agama dan kehormatan.
– Segera menikah jika telah mampu dan berpuasa jika belum mampu menikah.
– Suara wanita itu aurat. Wanita wajib menjaga kesopanan di tempat umum, seperti tertawa tidak terbahak-bahak, mengenakan pakaian yang sopan, dll.

– Tabarruj: menampakkan perhiasan pada selain mahram. Perhiasan: berhias yang membuat laki-laki menjadi berpaling dan memandang kita.
– Memakai wewangian yang berlebihan tidak dibolehkan.
– Menggulung rambut dalam kerudung harus hati2 jangan terlalu besar sehingga membentuk punuk unta.
– Nabi melarang kita mempekerjakan wanita yang mengekspos kecantikannya. Berikan pekerjaan atas skillnya, bukan karena hal2 yang diberikan Allah padanya (tubuh indah, wajah cantik, dll).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *