[BD] Poligami dalam Islam

By Ustadzah Meti

Zaman dahulu banyak yang poligami sampai puluhan istri dan dikumpulkan dalam satu rumah.
Perempuan Arab zaman dahulu tidak punya hak untuk memutuskan menikah atau bercerai. Hak sepenuhnya dimiliki walinya.
Setelah Islam datang, ada ketentuan bahwa maksimal istri adalah 4 orang.

Dalam QS An Nisa disebutkan bahwa maksimal boleh memiliki istri 4 asal adil. Jika takut tidak adil, maka cuma boleh 1 saja.
Tidak ada batasan ketentuan istri yang boleh dinikahi. Semua tergantung kriteria masing2.
Adil: sesuatu yang dapat dihitung/diukur (giliran malam dan nafkah lahir)
Urusan cinta dan kasih sayang (nafkah batin), yang penting tidak ada kecenderungan pada satu istri yang membuat istri lain cemburu.
Adil adalah wajib, bukan syarat. Jika syarat, maka harus dipenuhi sebelum dilakukan.

Poligami: mubah. Boleh dihitung sendiri manfaat dan mudharatnya untuk diri.
Bukan berarti semua yang dilakukan Rasulullah pasti sunnah, salah satu contohnya tentang poligami. Tidak ada hadist tentang poligami.
Rumah tangga masing2 istri harus terpisah dan rahasia.

Di mana ada syariat, di situ ada maslahat. Poligami menjadi solusi manusiawi untuk beberapa permasalahan.

Poligami dibolehkan dalam Al Qur’an, sehingga haram bagi muslimah menolak poligami.
Namun bukan berarti kita memaksakan diri untuk melakukan atau tidak.

Seluruh aturan dalam Islam dan Al Qur’an adalah petunjuk keselamatan. Jika mengikuti, insya Allah akan lebih selamat.
Jangan jadi manusia yang sombong, merasa memiliki akal yang lebih baik dalam memahami syariat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *