[BD] Mengenal dan Membangkitkan Inner Child

By Ummi Roza

Terkadang kita merasa ada perilaku di usia dewasa yang tidak biasa, bisa jadi itu wujud dari pengalaman masa lalu yang termanifestasi di saat dewasa.

Pengertian netral: sisi kekanakan seseorang
Pengertian lanjut: aspek kekanakan seseorang yang merupakan bentuk dari pengalaman masa lalu yang belum terselesaikan dengan tuntas.

Jika telah terpenuhi dengan baik, maka sisi kekanakannya adalah sesuatu yang produktif. Sebaliknya, jika tidak terpenuhi akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kebutuhan akan jadi landasan untuk perkembangan anak di masa berikutnya.
– fisik: asupan gizi, makanan, kebutuhan bermain
– emosional: merasa disayang, mendapat respon dari orang sekitar
– eksplorasi: manjat2, pegang ini itu, bertanya macam2
– spiritual: ingin ikut ibadah

Peran positif: menjadi energi tambahan untuk kita dan jadi lebih produktif
Peran negatif: memunculkan konflik intrapersonal dalam diri seseorang

Konflik intrapersonal: pertentangan batin dalam diri seseorang yang menimbulkan keresahan, keraguan, dan ketidaknyamanan.

Tingkatan gangguan:
1. Ringan: problem emosi, perilaku, sosial. Tidak butuh bantuan khusus.
2. Sedang: gangguan psikologis. Mulai butuh bantuan khusus.
3. Berat: potensi bunuh diri. Harus mendapat bantuan khusus.

Proses terbentuk inner child:
Ketika ada masalah menimpa kita, maka akan mempengaruhi sisi rapuh dalam diri kita. Karenanya kita mesti tahu apa yang tidak beres dalam diri kita.
Runut kembali pengalaman masa lalu apa yang menyebabkan masalah yang terbawa sampai dewasa.

Cara membangkitkan inner child:
Seseorang pasti tidak suka mengungkit pengalaman buruk masa lalu. Namun membuka lembaran lama untuk membangkitkan inner child itu seperti halnya menyembuhkan luka tersebut.

Bongkar lagi apa yang pernah terjadi di kehidupan kita.

Cara mendeteksi inner child:
Kenali gejala yang terjadi pada saat ini. Adakah yang tidak semestinya terjadi namun terjadi dan itu mengganggu. Runut dari pada masa remaja, mundur terus sampai ketemu permasalahan. Biasanya usia 4-5 tahun kita masih punya ingatan tentang masa itu.

Membangkitkan perlu waktu. Harus perlahan dan direnungkan mendalam. Tidak bisa terburu-buru. Harus sabar saat membongkar.

Saat membuka pengalaman masa lalu, harus ikhlas dan niatnya untuk menyembuhkan diri kita.
Tak perlu menyalahkan diri, karena tidak ada hisab atasnya.
Percaya bahwa Allah memberi kita kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Yakini juga kalau Allah akan menolong kita.

Dua wilayah:
0 s/d 10: menyenangkan; 0 s/d -10: tidak menyenangkan
Sebelum bikin timeline, tulis dulu gejala di masa sekarang.

Gangguan yang makin tidak menyenangkan akan makin membuat masalah.
Terima semua perasaan yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *