[Kajian] Fiqh prioritas beramal dalam bulan Ramadhan

Fiqh Prioritas dalam Beramal di Bulan Ramadhan
Oleh Ust. Muh. Nuzul Dzikri

A. Amalan hati wajib
Prioritaskan amalan hati di atas amalan dhahir yang wajib. Saat puasa, maka puasakan juga hati dari virus2 hati. Ikhlaskan puasa hanya untuk Allah. Karakter ibadah Ramadhan adalah ikhlas dalam beramal dan sembunyikan dari manusia.

B. Amalan dhahir wajib
1. Sholat: sholat lebih utama dari puasa. Jika puasa tapi tidak sholat, maka amalannya akan tertolak.
2. Puasa
3. Zakat wajib (zakat fitrah)
4. Muliakan ortu: bisa dengan memprioritaskan ortu untuk buka bersama, membantu kebutuhan ortu selama puasa, memberi hadiah, dll
5. Menafkahi istri/infaq untuk keluarga: infaq pada keluarga adalah yang utama
6. Melayani suami dengan baik

Note:
Jika kita sibuk melakukan yang wajib sampai tidak sempat melakukan yang sunnah, maka Allah akan maafkan dan mendapat pahala.
Namun ketika sebaliknya, berarti kita telah tertipu oleh iblis.
Ibadah sunnah harus di bawah yang wajib. Karenanya iktikaf, bukber, dll harus atas izin ortu/suami dulu.

C. Tinggalkan yang haram (maksiat, bohong, marah, ghibah, dll)

D. Amalan spesialis ramadhan
1. Dzikir yang banyak: ada hadist yang menjelaskan bahwa orang terbaik di bulan Ramadhan adalah yang banyak dzikir. Salah satu waktu utama dzikir adalah istighfar saat sahur. Jangan lupa untuk dzikir dari hati, tak hanya sekedar di lisan.
2. Baca Al Quran: tiap huruf dihitung pahala dikali 10. Biasakan baca 100 ayat tiap malam, pahalanya seperti mendapat lailatul qodar.
3. Tarawih diperbanyak
4. Infaq, sedekah, memberi makan orang puasa

Catatan ini saya rangkum dari podcast:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *