[BD] Feminisme vs Pemberdayaan Perempuan dalam Islam

By Ust. Meti Astuti

Agenda global feminisme lebih kuat disampaikan di negara Islam dengan memberikan gambaran buruk tentang Islam.

Feminisme merasa agama yang membuat ketidakadilan gender.
Menurut mereka gender adalah kontruksi sosial.

Menurut paham feminisme, perempuan jadi “ribet” kalau ikut aturan agama.

Yang bermasalah adalah budaya Barat, tapi kemudian diadopsi oleh orang Islam.
Masalah datang bukan karena Islam diterapkan, namun karena Islam ditinggalkan dan mengadopsi hukum Barat.
Sekularisme: meninggalkan Islam dalam kehidupan mereka
Feminisme menganggap bahwa syariat Islam itu misogynis (benci perempuan). Padahal di Al Qur’an tidak seperti itu.
Dalam paham feminisme, ukuran kebahagiaan adalah materi. Dari situ perempuan dianggap buruk ketika tidak bekerja.

Islam adalah agama dari Allah, pencipta kita. Maka Allah yang paling berhak mengatur kita.
Allah melihat laki2 dan perempuan sama dari segi hukum.
Sifat perempuan dan laki2 berbeda: hukumnya akan berbeda, namun bukan berarti membuat kita tidak setara. Pengaturan itu semata2 demi harmonisasi hubungan antarmanusia.

Peran ibu adalah peran yang mulia. Banyak ibu keluar dari fitrah mereka karena tekanan sistem feminisme ini.
Islam membolehkan perempuan di ruang publik, termasuk dalam politik.
Laki2 dan perempuan berperan dalam pengaturan ummat.

Semua aspek politik bisa diterjuni perempuan tanpa perlu kuota 30%.
Hukum yang digunakan adalah hukum Allah. Ada hadist yang melarang perempuan jadi penguasa dan itu harus dipatuhi. Ketika Allah melarang, pasti ada mudharat pada hal tersebut.

Islam menyerahkan urusan rakyat pada “negara”.
Sistem pemerintahan Islam: Islam membebaskan perempuan dari kemiskinan, bukan malah memberikan beban pada perempuan.
Pendidikan, kesehatan, dan keamanan adalah tanggung jawab negara untuk rakyatnya.

Islam itu sempurna. Seluruh konsep sudah ada dan tinggal dijalankan sebagai bentuk keimanan kita pada Allah.
Privatisasi sumber daya alam tidak dibolehkan.
Perempuan di sektor publik bukan untuk cari uang, tapi cari pahala dan memberikan kebermanfaatan sebesar2nya untuk ummat.

Eksploitasi atas perempuan dilarang oleh Islam, termasuk menjadikan perempuan sebagai model.
Optimalisasi pemberdayaan perempuan bisa diterapkan kalau semua sistem Islam dijalankan secara holistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *