[BD] Sistem Pergaulan dalam Islam

By: Ust. Meti

Sistem pergaulan yang mengatur interaksi antara laki2 dan perempuan dan setiap yang terkait dari keduanyaKaitan dengan pernikahan, saudara sepersusuan, nasab, dll

Ada kalangan kaum muslimin yang masih menjiplak pergaulan ala Barat: terlalu bebas percampuran antara laki2 dan perempuan, termasuk pemasaran produk yang menggunakan model wanita karena dianggap wanita menarik.

Ada juga kalangan yang bersikap sebaliknya sampai melampaui batas: terlalu menutup wanita di rumah.
Pandangan ini membuat wanita kurang akses kepada publik dan perannya terhadap dakwah jadi berkurang.

1. Sistem pergaulan dalam Islam harus jelas menjelaskan pandangan terhadap laki-laki dan perempuan
2. Interaksi yang terbentuk
3. Hukum syariat atas keduanyaAllah sebagai pencipta kita berhak memberikan aturan untuk kita, termasuk dalam pergaulan.

Allah membekali fitrah/potensi kehidupan yang sama pada laki-laki dan perempuan, yaitu akal, kebutuhan fisik, dan naluri.
Tidak ada istilah laki-laki lebih cerdas dari perempuan. Atau perempuan lebih emosional dari perempuan.
Hanya masalah mana yang lebih terasah atau sudah terasah seimbang.
Potensi naluri pun sama setiap orang saat penciptaannya. Tinggal bagaimana perkembangannya setiap orang mengasahnya seiring kehidupannya.

Pandangan Barat: terpengaruh oleh filsafat Freudian
Pandangan Islam: ta’awun, saling tolong menolong dalam kebaikan.
Insaniah: pandangan kemanusiaan, bahwa kau manusia maka aku berinteraksi denganmu untuk mencapai tujuan kebaikan.

Hukum syara’ tidak memandang jenis kelamin.
Ketika ada syariat yang terkait kodrat maskulin dan feminin: diatur sendiri -> sudah ada porsinya masing2, tidak perlu saling iri.

Aktivitas yang bebannya universal, maka perempuan juga boleh melakukannya sebagaimana laki-laki, tanpa mengabaikan peran perempuan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.
Perempuan tidak boleh menjadi khalifah atau jabatan terkait pemerintahan.

Gadhul bashar: menundukkan pandangan pada sesuatu yang menampakkan aurat walaupun dilihat tanpa syahwat. Begitupun sesuatu tanpa menampakkan aurat tapi dilihat dengan syahwat juga dihindari. Tak harus menunduk, tapi mengalihkan pandangan.
Khalwat: interaksi hanya berdua tanpa melibatkan yang lain

Jika telah bertemu dan terjadi interaksi ada hukum2 turunan yang terkait.

Semua aturan dibuat untuk menjaga kemuliaan wanita agar wanita tetap bisa mencari pahala dalam berbagai aspek, baik domestik maupun publik.

[BengkelDiri2A3_Jannatul Ma’wa]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *