[Ulasan buku] Kode Etik Pengusaha Muslim

Judul buku: Kode Etik Pengusaha Muslim
Pengarang: Ammi Nur Baits
Penerbit: Pustaka Muamalah Jogja
Jumlah halaman: 160 halaman
Harga: < 50k

Manusia selalu mengatakan, ‘Hartaku…hartaku…’, padahal hakekat dari hartamu–wahai manusia–hanyalah apa yang kamu makan sampai habis, apa yang kamu gunakan sampai rusak, dan apa yang kamu sedekahkan, sehingga tersisa di hari kiamat.”

(HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya)

1. Menjadi pengusaha muslim harus diniati karena sadar akhirat. Bahwa kita sepenuhnya sadar semua penghasilan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

2. Aqidah serta iman kepada akhirat akan mempermudah kita dalam menerima semua aturan syariat.

3. Kita akan dihisab tentang semua yang kita peroleh dan gunakan. Semakin banyak harta akan menunda kita masuk surga karena hisabnya makin lama.

4. Syubhat lebih baik ditinggalkan, karena berpeluang terjerumus pada yang haram. Meninggalkan syubhat berarti menyelamatkan agama dan kehormatannya.

5. Semua makhluk telah dijamin rizkinya oleh Allah. Namun bukan berarti kita lantas hanya berpangku tangan menunggu rizki. Allah memerintah kita untuk mencari rizki. Dan itu merupakan bentuk hikmah Allah, yaitu semua akibat didahului sebab. Jika ingin memiliki harta, maka harus mengupayakan sebabnya.

6. Kita tidak akan mati sampai menghabiskan semua jatah rizki. Dan rizki tidak akan tertukar.

7. Waspada dengan istibtha’, yaitu keinginan untuk cepat sukses sebelum waktunya. Misalnya, belum saatnya punya rumah, tapi nekad KPR riba.

8. Hakekat rizki kauni adalah apa yang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi jatah rizki kita di dunia. Apa yang kita kumpulkan belum tentu menjadi jatah rizki kita. Seperti yang dijelaskan di hadist di atas.

9. Hakekat rizki syar’i adalah semua pemberian Allah yang bisa mendatangkan manfaat di akhirat. Yaitu semua harta yang kita gunakan untuk ketaatan akan menghasilkan pahala untuk kita.

10. Ada harta halal yang bermartabat dan yang tidak. Yang bermartabat adalah yang didapat dari jerih payahnya (bukan hibah atau hadiah) dan keuntungan dari jual beli yang mabrur. Yang tidak bermartabat adalah penghasilan tukang bekam.

11. Ketika orang bekerja hanya untuk mengejar status sosial, Nabi menyebutnya sebagai jalan setan.

12. Dalam islam, harta itu penting. Banyak kebaikan bisa terlaksana dengan harta. Pahami bahwa harta adalah amanah yang diberikan Allah kepada kita, sehingga jangan sampai harta itu disia-siakan. Orang yang bodoh adalah yang tidak bisa menggunakan harta dengan benar.

13. Larangan untuk israf (boros) dan tabdzir (mubadzir). Israf berarti menggunakan harta untuk sesuatu yang benat, namun melebihi batas. Tabdzir berarti menggunakan untuk sesuatu yang tidak benar.

14. Prestasi manusia yang sesungguhnya bukan dari banyaknya harta yang dimiliki, tapi dari seberapa banyak dia bisa memberikan manfaat bagi umat.

15. Agar tidak ujub (angkuh) ketika memberi, hadirkan perasaan bahwa kita sebenarnya lebih butuh orang tersebut untuk mendapatkan kesempatan mendapat pahala sedekah. Begitu pun hadirkan perasaan bahwa kita sedang bermuamalah dengan Allah dan hanya mengharapkan balasan kepada-Nya.

16. Fitnah umat Muhammad adalah harta. Bukti bahayanya harta adalah manusia tidak peduli masalah halal haram di akhir zaman. Begitu pun banyak harta berpotensi membuat dirinya melampaui batas sehingga terkena penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.

17. Para sahabat sengaja meninggalkan kemewahan agar pahala ibadahnya utuh di akhirat. Mereka takut dunia yang melimpah akan mengurangi jatah pahalanya di akhirat.

18. Allah sangat membenci orang yang pintar dunia namun bodoh akhirat. Dalam Al Qur’an disebutkan tentang keutamaan ilmu, dan yang dimaksud di sini adalah ilmu agama.

19. Kaya adalah qana’ah, yaitu selalu merasa cukup. Ia merasa paling kaya dan tidak mengharapkan apapun yang dimiliki orang lain. Bangga terhadap dunia itu tercela dan mengakibatkan orang menjadi lupa akhirat.

20. Jadilah si kaya yang bersyukur dan si miskin yang sabar. Kita telah memiliki seluruh dunia ketika kita memiliki sehat jasad, aman tempat tinggal, dan ada makanan di hari itu. Musibah pasti ada sebagai pengingat untuk tidak terlalu betah dengan dunia sampai lupa akhirat.

21. Zuhud adalah amalan hati. Dunia hanya di tangan, tidak di hati. Hubungan mukmin dengan harta ibarat manusia dengan toilet. Kita butuh tapi tidak mencintai toilet.

22. Pengusaha muslim itu:

– menghindari sengketa, meskipun di posisi yang benar

– memudahkan transaksi

– menghargai orang lain seperti dirinya

– memberi sikap terbaik untuk orang lain

– jujur dan amanah

– tidak terlalu nafsu dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *