Gagal solo traveling

Siapa sih yang nggak suka traveling?

Sejak punya penghasilan sendiri, agenda traveling menjadi rutin saya lakukan selain agenda menambah bacaan. Entah itu traveling yang dirancang sendiri atau ikutan open trip. Pengalaman naik pesawat atau kereta sendiri ke lokasi yang dituju, lalu menemukan kejutan di tiap perjalanan, menjadi hal yang selalu saya nanti.

Suatu hari, saya tergelitik ingin menantang diri sendiri melakukan solo traveling. Kalau diingat lagi, meskipun saya sering traveling sendiri, tapi di tempat tujuan selalu ada teman yang menemani. Saya hampir tidak pernah pergi dan menjelajah sendirian di lokasi yang benar-benar tak ada orang yang saya kenal. Saat itu saya berpikir, kenapa tidak? Mumpung masih single juga.

Saya kemudian teringat salah satu destinasi idaman saya: Jepang.

Sebagai penggemar Negeri Sakura, saya beruntung punya kesempatan ke sana tahun 2008 silam. Namun, jadwal konferensi yang padat membuat saya tidak sempat menjelajah selain ke lokasi yang sudah ditentukan panitia konferensi. Dari situ saya berjanji suatu hari akan ke sana lagi.

Seolah menjawab rasa penasaran saya, pada bulan Juli 2015 ada tiket promosi yang salah satu tujuannya adalah ke Jepang. Setelah mencoba mengutak-atik jadwal yang pas, saya memutuskan untuk ke Jepang pada bulan April 2016, ketika bunga sakura masih bermekaran. Beberapa hal jadi pertimbangan saya, termasuk di antaranya harga tiket PP, cuaca (saya tidak tahan dingin), sakura, serta cukup waktu untuk menabung.

Saya bukannya berniat solo traveling. Beberapa teman sempat saya tawari untuk ikut. Ada yang tertarik, tapi akhirnya tidak jadi pesan tiket. Mama saya pun sempat akan ikut, tapi melihat jadwalnya bentrok dengan agenda lain maka batal juga. Dari situ keputusan solo traveling pun diambil.

Takdir rupanya berkata lain. Pertemuan saya dengan orang yang akhirnya jadi suami saya di bulan Desember 2015 cukup mengacaukan rencana solo traveling tadi. Nggak, nggak batal. Tetap berangkat, tapi bareng dia jadinya.

Dan perjalanan itu menjadi mantan calon solo traveling pertama dan terakhir saya. Sejak itu saya selalu traveling bareng suami. 😂 Malahan sekarang ketambahan bareng anak juga.

Nggak keturutan solo traveling dong?

Nggak juga sih sebenarnya. Di Jepang, saya sempat merasakan 1 hari penuh sendiri kok. Rasanya aneh. Sepi. Saya keliling Kyoto sendirian. Kesasar sendirian. Nyari tempat pemberhentian bus sendirian. Mana hujan lagi waktu itu. Padahal hari lainnya saat di Jepang nggak hujan. Makin mellow jadinya.

Besoknya pas ketemu teman yang lain langsung senang. Udah nggak sepi lagi. Haha. Yang jelas saya sudah nggak penasaran lagi solo traveling. Pergi bareng lebih seru ternyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *