Masakan Mama

Siang itu sambil menemani anak tidur, saya menyalakan TV di kamar atas permintaannya. Tak lama ia tertidur, sedangkan saya masih sibuk memindah saluran mencari acara yang menarik. Hingga akhirnya saya berhenti di saluran yang khusus membahas masakan.

Diceritakan seorang wanita Malaysia keturunan Tionghoa sedang memasak hidangan yang biasa ia sajikan saat Chinese New Year. Seperti yang kita ketahui kalau CNY adalah momen spesial bagi warga keturunan Tionghoa sehingga mereka selalu berusaha menghadirkan aneka masakan terbaik bersama keluarga.

Tak terkecuali wanita tersebut. Makanan yang ia masak adalah resep andalan ibunya. Biasa ia buat saat CNY. Kini ketika ia hidup jauh dari ibunya dan hanya memiliki kesempatan pulang kampung setahun sekali, memasak makanan andalan ibunya menjadi obat kangen.

Pikiran saya melayang pada orang tua saya, terutama mama. Beliau yang seorang wanita bekerja mungkin tidak memiliki waktu luang sebanyak wanita lain yang di rumah untuk dapat bereksperimen dengan masakannya. Saya ingat ketika kecil dulu ada 3 jenis sayur yang langganan dibuat dan memang itu-itu saja. Tak jarang akhirnya mama membeli makanan di luar untuk menghemat waktu.

Tapi, terlepas dari variasinya yang terbatas, masakan mama tetap istimewa buat saya. Telur dadar mama luar biasa enaknya, padahal cuma pakai garam saja. Sayur oseng mama selalu menggagalkan rencana diet saya. Dan tempe penyet mama membuat saya rela kepedesan demi merasakan lezatnya sambal mama.

Semua itu tak saya sadari sampai kemudian saya menikah dan tinggal jauh dari mama. Hidup di lingkungan yang baru, jenis makanan yang berbeda dari kampung halaman saya, membuat saya rindu masakan mama. Beberapa bulan awal menikah banyak saya habiskan untuk bertanya ke mama tentang resep beberapa makanan yang biasa dimasak mama dan jadi kesukaan saya.

Sejujurnya saya sedikit menyesal tidak banyak ikut terlibat memasak saat bersama mama dulu. Saya seperti kehilangan momen “mencuri” resep rahasia milik mama, padahal momen itu langka tapi sebenarnya melimpah. Mungkin ini bisa dijadikan pelajaran untuk saya nanti dengan anak-anak agar kami terbiasa masak bareng sambil menikmati momen kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *