Perjalanan

Perjalanan jarak jauh selalu menghadirkan cerita sendiri. Manusia dituntut untuk memaksimalkan kreativitas ketika mereka terjebak dalam tempat terbatas yang bergerak.

Seperti halnya dalam kereta. Atau bus. Atau pesawat.

Wewenang kita hanyalah satu buah kursi yang kita pesan. Selebihnya adalah hak orang lain. Tinggal bagaimana otak kita mencari cara untuk mengisi waktu di sebuah kursi dalam perjalanan tadi.

Ada yang memilih melihat pemandangan. Menikmati tampilan yang silih berganti di luar jendela. Sambil melatih daya imajinasi dan menerbangkan khayalnya.

Ada juga yang lebih suka sibuk dengan ponselnya. Entah berkirim pesan, melihat gambar atau video, atau memainkan permainan apapun di dalamnya.

Ada yang memilih tidur. Menyimpan tenaga untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda-agenda yang menanti selepasnya dari perjalanan ini.

Ada yang memilih bersosialisasi. Mengobrol dengan teman sebelah. Atau menawarkan kue yang dimiliki.

Ada yang penuh semangat berkeliling di dalam kendaraan. Menikmati pengalaman barunya. Pun ada juga yang hanya duduk sepanjang perjalanan, menikmati tontonan berulang-ulang yang disajikan di kendaraan atau membaca majalah yang telah usang. Entah karena letih atau memang sudah terlalu sering melakukan perjalanan serupa sehingga tidak lagi terlalu antusias.

Mungkin akan ada banyak ragam aktivitas lain yang tanpa sadar kita temukan dalam perjalanan. Apapun itu, setiap perjalanan menuntut kita untuk kreatif dalam mengisi waktu kita di tempat yang terbatas. Mengajarkan kita untuk membatasi diri sejenak, sebelum melontarkan tubuh ke dunia yang tanpa batas.

Menikmati segalanya dari dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *