Wisuda

wisuda/wi·su·da/ n peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat.

Wisuda dalam kbbi dimaknai peresmian atau pelantikan. Biasanya wisuda identik dengan penutupan dari tuntasnya masa studi. Kalau belum beres ya belum bisa ikut wisuda, betul begitu? Tuntas adalah kunci utamanya.

Karena itu saya tidak merasa seremonial itu penting. Tuntas ya tuntas aja, mau diwisuda atau nggak kan udah jelas kita sudah selesai dapat ilmunya sampai akhir. Urusan memberikan ijazah atau apapun sebagai penanda ketuntasan bisa diserahkan kapan pun, tidak harus saat wisuda. Memang jadinya lebih mudah saat wisuda karena semuanya dikumpulkan dalam satu waktu.

Kembali lagi, wisuda hanya penanda tuntas masa studi saja. Wis, udah. Gitu kata orang Jawa. Coba diingat setelah wisuda biasanya ngapain? Yup, mengamalkan ilmu yang digunakan. Bisa dengan bekerja ke orang lain, atau membuka pekerjaan sendiri, atau cara apa pun yang terkait mengamalkan ilmu tadi.

Jadi, buat saya, wisuda itu untuk ngasih tahu ke saya, hei kamu sudah dapat ilmunya lho. Sudah diamalkan kah? Sudah semaksimal apa mengamalkannya?

Wisuda memang bukan akhir, tapi justru sebagai patokan awal pengamalan ilmu yang sudah tuntas didapat tadi. Makanya ketika diwisuda, bukannya senang, malah takut. Iya, takut kalau habis ini lupa untuk bersyukur sudah diberi kesempatan dapat ilmu. Takut kalau ilmu ini nggak bisa diamalkan dengan baik dan menguap dengan sia-sia.

Takut dengan pertanggungjawaban atas amanah ilmu yang diberikan oleh Allah ini.

Datang wisuda atau nggak, seharusnya hal-hal tadi tetap dipikirkan. Jadi nggak perlu berbangga kalau dapat kesempatan datang, juga nggak perlu sedih kalau belum diberi rezeki untuk hadir.

Selamat mengamalkan ilmunya, teman-teman!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *