[Bengkel Diri] Hidayah dan Dalalah

Materi dasar Islam

Kajian Aqidah – Hidayah dan Dalalah

By Ummi Roza

Pandangan umum bahwa hidayah dan dalalah adalah kehendak Allah. Ada 2 golongan manusia: yang mendapat petunjuk dan yang disesatkan. Semua berdasarkan dalil dari Al Qur’an.

Allah tidak mendzolimi hambaNya. Pada Al Qur’an dijelaskan bahwa Allah tetap menilai segala sesuatunya dari apa yang dikerjakan manusia. Allah tetap memberi pilihan apakah kita ingin ikut petunjuk atau tetap dalam kesesatan. Jika bertaubat maka Allah akan memberi petunjuk.

Nisbah hidayah dan kesesatan memang pada Allah tapi tidak secara langsung (nisbatul khalq). Manusia sudah diciptakan oleh Allah beserta potensinya, salah satunya akal untuk membedakan mana yang baik dan buruk. Kecenderungan manusia untuk memilih yang baik dan buruk disebut hidayah khalqiyah.

Baik dan buruk menjadi relatif jika diserahkan pada penilaian manusia. Sehingga manusia membutuhkan petunjuk tambahan.

Nisbatul irsyad wal bayan: tuntunan dan penjelasan. Berupa Rasul yang membawa kitab dari Allah. Isinya kepastian perbedaan baik dan buruk untuk menghilangkan relativitas baik dan buruk tadi.
Tidak ada azab sebelum datang utusan Allah. Hidayahnya berupa hidayah irsyad wal bayan.
Saat ini tidak ada yang tidak tahu tentang Islam. Setiap periode manusia pasti ada utusan dari Allah. Mestinya sejak dulu manusia pasti hidup dengan petunjuk dari Allah. Manusianya mau tidak untuk mencari tahu?

Setelah hujjah tegak, manusia dibebaskan untuk memilih. Ketika manusia memilih jalan kebenaran, akan mendapat hidayah taufiq. Dimudahkan untuk berhijrah di jalan Allah dan mendapat petunjuk dari Allah. Semakin dicari akan semakin ditemukan.

Mereka yang menentang akan tidak diberikan hidayah taufiq. Jika masih ada sifat yang bertentangan dengan hidayah maka Allah tidak akan memberikan hidayah padanya.

Tidak hanya tidak diberi hidayah, namun juga dikunci hatinya dan dipalingkan. Karena itu semua nasihat akan mental darinya.

Hidayah dan kesesatan adalah usaha manusia. Sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, saat kita ada usaha untuk memperbaiki diri dan taubat maka Allah akan memudahkan ke jalan itu.

Benteng diri kita:
1. Senantiasa terikat dalam hukum syara’
2. Memohon untuk diberikan istiqomah
3. Menjaga diri agar tidak diliputi sifat2 yang bertentangan dengan hidayah

Sumber: materi Bengkel Diri level 1 dari Ummi Roza

[BengkelDiri5_level1_thaif]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *