[Bengkel Diri] Aqidah Kokoh Modal Kehidupan

Materi Dasar Islam

Aqidah Kokoh: Modal Kehidupan

By Ummi Roza

Buya Hamka: hidup harus punya nilai lebih.
Kita manusia adalah makhluk terbaik ciptaan Allah. Menjadi pemimpin bagi makhluk lain. Harus bisa memberikan kebaikan.
Manusia punya akal, agar kita bisa memilih tindakan2 yang akan kita lakukan.
Harus punya hal besar dan target dalam hidup ini.

Hakikat kehidupan
Kegelisahan dan kehampaan = karena tidak tahu hakikat kehidupan
Sudah paham = menjalani hidup dengan tenang dan mantap

Potensi akal memungkinkan manusia untuk berpikir. Melibatkan 4 hal: fakta, indra, informasi sebelumnya, otak.
Manusia tumbuh = otaknya berkembang = makin baik dalam mengolah informasi
Ketika sudah dewasa otaknya = mulai bisa mempertanyakan tentang dirinya
Uqdatul kubro = pertanyaan mendasar manusia tentang dirinya
Dari mana berasal? Untuk apa manusia hidup? Kemana setelah mati?

Mencari jawaban dari pertanyaan
Jawaban 1: kehidupan di dunia ada dengan sendirinya. (Sosialis)
Manusia dari tanah (materi) lalu kembali jadi tanah (materi) lagi. Hidup untuk mencari kebahagiaan materi. Siklus material semata.
Karena fakta yang dilihat hanyalah perubahan materi dari bayi sampai dewasa.

Jawaban 2: manusia dari Pencipta. (Kapitalis sekuler)
Pencipta hanya menciptakan saja, ketika di dunia tidak urusan dengan ciptaan. Seperti pembuat jam lalu jam dibiarkan bergerak sendiri.

Jawaban 3: manusia dari Pencipta. Manusia hidup untuk menjalani aturan hidup yang dibuat penciptanya. Dan setelah mati kembali pada pencipta untuk mempertanggungjawabkan perbuatan pada pencipta. (Islam)

Yang bisa diindera: Manusia, alam semesta, kehidupan
Jawaban 3: Memuaskan akal, menentramkan hati, sesuai fitrah manusia.
Jawaban tersebut dari Pencipta. Sumbernya dari Al Qur’an.

Al Qur’an sudah disangsikan sejak awal. Sebagai muslim harus bisa membuktikan keabsahan Al Qur’an agar terbentuk kepercayaan yang bulat dan tidak ragu dalam melaksanakan perintah dari penciptanya.
Al Qur’an menantang bangsa Arab untuk membuat ayat seperti Al Qur’an dan mereka tidak mampu. Bahasa Al Qur’an sangat tinggi dan tidak bisa ditandingi manusia.
Ada tuduhan Al Qur’an dikutip Nabi Muhammad dari pemuda Nasrani. Namun gugur karena si pemuda tidak bisa bahasa Arab.
Al Qur’an merupakan bukti eksistensi Allah yang mengajak manusia untuk merenungi ciptaan Allah. Menjangkau sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh akal.

Dari mana manusia, alam semesta, dan kehidupan berasal?
Semua adalah ciptaan Allah. Surat Al Ikhlas: menjelaskan keesaan Allah. Surat tentang tauhid.

Untuk apa manusia hidup? Jangan ditanyakan ke manusia lain. Tanyakan ke pencipta kita. Rasulullah menjadi perantara Allah dengan kita.
Manusia diciptakan sebagai hamba Allah. Tidak boleh sombong. Jangan main2 dalam menjalani kehidupan karena akan diminta pertanggungjawaban.

Kemana setelah mati? Informasi hanya ada di Al Qur’an. Tidak masuk dalam jangkauan indra kita.

4 tahapan:
1. Qiyamah: semua manusia dibangkitkan
2. Mahsyar: tempat panas, matahari diletakkan sangat dekat dengan kita, tidak ada perlindungan selain kepada orang2 yang amal baiknya banyak. Mengalami kehausan yang dahsyat, ketakutan, sibuk dengan diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain. Menunggunya juga lama, selama 50 tahun. Dan langsung berhadapan dengan Allah.
3. Hisab: perhitungan amal selama di dunia. Nanti akan diserahkan dari sisi kanan atau kiri kita.
4. Siraath: jembatan yang sangat tipis seperti rambut dibelah 7. Ada di atas neraka. Sangat gelap, lebih gelap dari malam. Manusia bisa lewat sesuai dengan kadar iman dan amal baik di dunia.

Tentang neraka
Tidak akan ada manusia yang sanggup menjalani kehidupan di neraka. Kita harus bertekad untuk tidak hidup selama2nya di sana.
Bahan bakar manusia adalah manusia dan batu.
Penghuni neraka terbanyak adalah perempuan.
Jangan pernah menganggap remeh siksa neraka. Seringlah beristighfar.

Tentang surga
Tempat untuk orang2 yang beriman dan bertakwa. Keindahannya tidak akan bisa dibayangkan. Tidak bisa dipadankan dengan tempat manapun di dunia.

Aqidah islam
Iman: pembenaran yang sifatnya pasti dan tidak ada keraguan sedikitpun.
Dalil aqli: berdasar akal, hasil proses perenungan mendalam dari mengamati alam semesta
Dalil naqli: dari kitab suci

Konsekuensi dari aqidah: melaksanakan perintah Allah dalam kehidupan kita.
Terikat dengan syariat Islam. Menundukkan pandangan, amal, dan tindakan kita sesuai syariat. Semua yang dilakukan dikembalikan lagi apakah sesuai aturan Islam. Jalan jadi terarah, tidak perlu trial and error. Menjadi jauh lebih tenang.
Ketika ditimpa musibah sudah tahu apa hakikat dari musibah itu dan bagaimana cara merespon musibah itu.
Qaidah fikriyah dan qiyadah fikriyah: landasan berpikir dan tuntunan berpikir
Ideologi: pandangan menyeluruh manusia terhadap kehidupannya

Konsekuensi kehidupan jangka panjang manusia:
1. Muslim, perbuatan taat, kekekalan di surga.
2. Muslim, perbuatan maksiat, masuk neraka dulu lalu ke surga.
3. Kafir, perbuatan apapun tertolak, tidak ada nilai di sisi Allah, perbuatannya tidak berdasar atas keyakinannya kepada Allah, kekal di neraka.

3 keadaan manusia di akhirat:
1. Bahagia: muslim yang taat
2. Menyesal tidak banyak beramal: muslim yang maksiat
3. Menyesal lebih baik jadi tanah: kafir

2 gaya hidup manusia:
1. Sekuler: memisahkan agama dari kehidupan. Hidup untuk mencari kesenangan.
2. Menjadikan agama menjadi panduan dalam kehidupan. Hidup untuk ibadah.

Sumber: materi Bengkel Diri level 1 dari Ummi Roza.

[BengkelDiri5_level1_thaif]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *