Mengurus BPJS

Zaman sekarang ribet ya, BPJS aja sudah jadi syarat untuk macem2. Bahkan adik pas masuk kuliah aja disuruh menyertakan nomor kepesertaan BPJS segala. Terlepas dari itu, teman saya cerita dia lahiran normal pakai BPJS di RS gratis. Lebih enak lagi kalau si bayi juga sudah terdaftar BPJS, bakal gratis total. Dari situ saya berpikir mungkin lebih baik ikuti saja si program pemerintah ini.

Katanya daftar BPJS bisa lewat website/aplikasi. Hanya saja itu berlaku buat mereka yang seluruh anggota di Kartu Keluarganya belum terdaftar. Sementara kami: 1) suami belum pernah terdaftar, 2) saya sudah pernah tapi beda status, 3) calon bayi akan didaftarkan sebagai calon bayi.

Biar nggak simpang siur infonya, kami datangi langsung kantor BPJS terdekat (kalau di Bandung di daerah dekat RS Muhammadiyah Bandung). Di ruang tunggunya terpampang semua persyaratan, dari yang daftar baru, pindah status, sampai daftarin calon bayi.

Soal formulir yang diisi, lebih baik konfirmasi lagi ke satpam yang jaga di depan pintu masuk. Soalnya waktu itu nomor formulir yang tertera beda dengan yang disyaratkan di papan.

Trus karena ngurusnya langsung buat bertiga, beberapa dokumen yang dobel cuma diminta satu aja. Foto sudah nggak diminta lagi katanya, padahal kami udah nyiapin foto banyak.

Untuk surat keterangan bayi, RS yang saya mintai surat agak ribet sendiri. Jadi hari itu saya periksa sekalian minta surat keterangan buat dibolehin terbang dan surat buat urus BPJS. Surat terbang langsung dikasih, sedangkan surat BPJS katanya mau diketikin dulu ntar ambil minggu depan. Lah, ribet amat. Kami iyakan aja, lalu pas pulang surat terbang tadi kami fotokopi dengan sebelumnya sudah kami tambahkan informasi yang dibutuhkan untuk pengurusan BPJS. Dan surat itu tidak dipermasalahkan sama petugasnya.

Di kantor BPJS ada macam2 antrean. Saya nggak tau apa ini juga berlaku di kantor lain, tapi ada antrean khusus lansia dan bumil. Kebetulan karena saya yang nanya ke satpam, dia langsung otomatis nawari antrean itu. Memang sih antrean lansia dan bumil ini flownya cenderung lebih lambat dari loket lain. Mungkin karena jelasin ke lansia ini harus pelan, sabar, telaten. Hahaha. Tapi mending lah daripada antre yang sampai puluhan bahkan ratusan di loket lain.

Setelah semua berkas diproses, petugasnya bilang kami bakal disms virtual account dalam waktu 3 hari. Kalau belum disms juga setelah 3 hari silakan telpon ke care center (ada di kertas yang dibawakan ke kami).

TIPS! Daripada telpon care center berkali-kali, ternyata lebih cepat datangi langsung kantornya dan lapor ke customer service. Virtual account langsung dikasih sesegera mungkin, bonus permintaan maaf dari mas petugas yang merasa lalai.

Laporan dari suami yang habis ke CS, punya saya sudah dibayar. Punya suami baru bisa dibayar setelah 14 hari. Cetak kartu ntar aja bareng setelah bayar punya suami. Surat keterangan calon bayi sudah dikasih. Ntar begitu bayi lahir langsung bayar aja dan premi langsung aktif (katanya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *