Mengurus surat pindah

Biar nggak lupa, ini urutan mengurus surat pindah domisili:

1. Ke sekretaris RT dan Pak RT (durasi: 10-15 menit)

Minta surat dan nomor surat untuk didata. Yang diperlukan: KTP, KK.

Yang didapat: pengantar dengan kop, lembar isian KK kosong.

Untuk keperluan bisa ditulis mengurus surat pindah dan bikin SKCK (biar sekalian). Jangan lupa pengantar untuk papa mengubah KK.

2. Ke sekretaris RW dan Pak RW (durasi 5-10 menit)

Minta ttd doang dan stempel + didata.

3. Ke Kelurahan (durasi 30-45 menit, lamanya kalau Pak Lurah nggak ready utk ttd)

Yang diperlukan: pengantar RT RW, KK asli + fc 2x, KTP asli + fc 2x, fc buku nikah 2x, foto 4×6 5 lembar, alamat yg dituju lengkap sak RT RW Kelurahan Kecamatan Kota Provinsi dan kode pos. Aslinya ada keterangan kalau luar kota ditambah 3×4 10 lembar, tapi punyaku dikembalikan.

Yang didapat: surat pengantar pindah, surat keterangan kelakuan baik, bonus 1 bendel berkas yg dikasih tadi.

Yang dilakukan: fotokopi pengantar pindah + kelakuan baik masing2 3x + fotokopi lembar isian KK 3x. Sebagian kasih ke Kelurahan.

4. Ke Polres (durasi 45-60 menit, ngisinya yg bikin lama, prosesnya sih cepet asal antrean nggak banyak)

Keperluan: urus SKCK

Yang dibawa: KTP + fc 1x, foto 4×6 6 lembar background merah, fc akte kelahiran, fc KK, bayar 30rb uang pas.

Tambahan: surat pindah (kopiannya aja 1) dan surat keterangan kelakuan baik (dipek orangnya). Tissue buat ngelap kalau habis sidik jari.

Yg dilakukan: isi data buanyak (ada cara ngisi di meja), ambil sidik jari (harus diurus sendiri makanya), tunggu bentar lalu dikasih lembar utk dikoreksi, kalau udah bener tunggu bentar lagi dan SKCK jadi.

Yang didapat: 1 lembar SKCK

Note: bisa dilegalisir. Tapi katanya petugas kalau buat pindah nggak usah dilegalisir.

5. Ke Kecamatan (durasi 5-10 menit)

Kasih semua berkas, ditunggu bentar untuk distempel. Beres.

6. Ke Dispendukcapil (durasi 45-60 menit, lamanya tergantung antrean, tapi petugas sigap kok)

Bilang ke informasi kalau mau pindah, lalu diarahkan ke informasi warna merah. Setelah lihat kelengkapannya disuruh beli map kuning (harga 2rb) trus taruh loket 24. Tunggu. Diminta tambahan fc KK lama 1x (untung ready). Tunggu bentar, lalu dikasih surat pindah. Untuk KK baru diurus di loket 15 (verifikator Kec. Kedungkandang).

Di loket 15 taruh surat yg dikasih dan KK lama + isiannya (pokoke 1 bendel kasihin semua). Tunggu. Ntar disuruh fc surat pindah (2 lembar) 1x, jangan lupa ttd. Trus kasih ke petugasnya. Beres.

Yg didapat: surat pindah 2 lembar, nota pengambilan KK baru punya papa. Diambil 1 minggu setelahnya di loket 11.

YANG TERSISA DI BERKAS:

SKCK 1 lembar (asli), Surat Pindah 2 lembar (asli), KTP lama.

TIPS!

1. Fotokopi semua berkas (KTP, KK, akte kelahiran, buku nikah, isian KK) minimal 5x. Dokumen asli bawa sekalian biar gampang fotokopi ulangnya.

2. Foto berbagai ukuran berbagai background minimal 10 lembar masing2nya. Amannya merah aja, toh SKCK dan KTP disuruh merah. Di kelurahan sampai dispendukcapil nggak menyaratkan warna tertentu.

3. Uang kecil yang banyak. Buat fotokopi dokumen baru dan parkir. Yang pasti selain SKCK nggak ada yg dipungut biaya.

4. Kelurahan dan kecamatan pakai jam kerja standar kantor pemerintahan mulai jam 8 sampai jam 15/16 dengan jam istirahat jam 12-13. Kalau dispendukcapil tadi sih jam 12-an masih dilayani. Mungkin tutup jam 2 jadi mereka full nggak pake istirahat. Mungkin lho. Kalau polres cuma sampai jam 13.30, lebih baik dari pagi aja.

5. Baterai HP harus full atau sediakan bacaan biar nggak bosen waktu nunggu. Oh ya, tissue ya. Hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *