Sehari lebih dekat dengan CoC

CoC. Code of Conduct. Kita sudah sering mendengar kata ini sejak pertama bergabung di Ibu Profesional Bandung. Cukup sering juga diungkit, termasuk saat ikut foundation lagi. Tapi sudah beneran kenal belum sih sama CoC?

Pada hari Jumat, 27 November 2020, seluruh pengurus Ibu Profesional Bandung diajak berkenalan lagi dan lagi dengan CoC ini. Acara yang diselenggarakan oleh RCIP Bandung ini menghadirkan Teh Amilah Qisthie sebagai fasilitator. Teh Ami ini merupakan punggawa CoC di kepengurusan sebelumnya.

Sebelum memulai materi, Teh Ami menceritakan asal mulanya CoC diterbitkan. Pada awalnya IP adalah sebuah komunitas yang bebas. Semua anggota bebas berjualan di Market Day, bebas menerima sponsor dari manapun, bebas hilang timbul di grup WA, dsb. Tapi tiba-tiba CoC terbit dan menghapus serta melarang itu semua. Tentu saja semua itu menimbulkan pertanyaan: mengapa berkomunitas menjadi serumit ini?

Continue reading “Sehari lebih dekat dengan CoC”

Skincare oh skincare

Saya termasuk sangat awam terhadap skincare. Dulu saat teman-teman sekelompok saya sudah ngerti skincare apa yang cocok dan tidak cocok untuk jenis kulit mereka, saya cuma ngerti bedak sama lipgloss doang. Bahkan saya juga nggak tahu kalau jenis kulit saya ternyata alhamdulillah normal sampai awal tahun 2020 ketika ada cek kondisi kulit gratis di sebuah acara yang sedang saya ikuti.

Sialnya (?) saya malah kenalan duluan sama make up. Saat masih kerja, saya gemes lihat efek make up terhadap wajah saya. Mana tak lama kemudian saya mau nikah. Makin semangat saya belajar make up, walaupun cuma yang dasar saja.

Kondisi berubah drastis setelah menikah. Karena sudah berhenti kerja, saya tidak merasa perlu pakai make up. Ditambah kemudian saya hamil. Selama hamil, saya tidak mau sama sekali pakai make up dan perawatan wajah. Rasanya malas sekali melakukannya. Hasilnya, setelah melahirkan, saya tampak seperti ibu kucel gendut bermuka kusam dengan kulit kering dan belang-belang. Sedih banget ini. Padahal aslinya kulit saya normal lho.

Continue reading “Skincare oh skincare”

Shy Shy Cat dan renungan tentang literasi

Beberapa hari lalu, saya dan suami mengisi waktu luang dengan menonton film di N*tflix. Pilihan jatuh pada film Indonesia berjudul Shy Shy Cat.

Film ini menceritakan tentang Mira, si gadis kota yang sukses dengan karirnya. Di usianya yang ke-30 tahun, tiba-tiba Mira diminta pulang oleh orangtuanya di desa untuk menikah.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Bapaknya Mira pernah berjanji pada seorang ustaz di desanya untuk menikahkan Mira dengan anaknya ustaz tersebut yang bernama Otoy. Mira tidak mau. Sosok Otoy baginya tak lebih dari anak nakal di masa kecilnya.

Tapi janji harus ditepati. Karena itu Umi dan Jessie, kedua sahabat Mira, memutuskan ikut ke desa untuk menggagalkan perjodohan mereka. Namun, saat tiba di desa, mereka terkejut melihat desa telah berubah. Begitu pula Otoy.

Continue reading “Shy Shy Cat dan renungan tentang literasi”