Ramadhan terbaik

Ramadhan tahun ini beda.

Tahun ini tidak tarawih di masjid seperti ramadhan sebelumnya. Tidak juga subuhan.

Tahun ini tidak ada agenda silaturahim bersama kerabat melalui buka bersama. Pun tidak ada agenda yang sama dengan para sahabat dan orang-orang terdekat.

Tahun ini 90% makanan untuk sahur dan berbuka dimasak sendiri. Ngabuburit pun tinggal wacana.

Tahun ini bajunya masih sama dengan biasanya. Ah, tahun-tahun sebelumnya juga ya.

Tahun ini beda. Tapi buat saya, tahun ini adalah Ramadhan terbaik. Best I ever had.

Eh, kenapa gitu?

Continue reading “Ramadhan terbaik”

Eyang favorit

Malam itu saya “mengobrol” dengan papa yang sedang terbaring tak sadar di ruang High Care Unit (HCU). Saya sampaikan permintaan maaf atas sikap saya selama ini, begitu pun saya telah memaafkan beliau. Saya ceritakan bagaimana mama yang tidak mau pulang walaupun lelah. Terus setia menunggu papa dalam segala kondisi.

Semua baik-baik saja sampai saya menceritakan tentang anak saya.

Continue reading “Eyang favorit”

Menyapih TV

Dulu saya gemas lihat anak saya tidak tertarik nonton TV. Kan lumayan kalau dia nonton TV anteng saya bisa melakukan hal lain, pikir saya dulu.

Tapi itu dulu.

Perkenalan anak saya pada asyiknya menonton TV dimulai dari rumah orangtua. Btw, kalau pulang ke rumah orangtua saya, anak saya jadi primadona. Maklum, cucu pertama. Semua semangat ingin bermain bersamanya. Tak terkecuali Eyang Kung-nya.

Hanya saja ada gap yang cukup berarti antara stamina anak saya dengan Eyang Kungnya. Hal itu menyebabkan Eyang Kung kewalahan dalam mengasuh, tapi di sisi lain masih ingin main bareng. Lalu apa siasat Eyang Kung?

Continue reading “Menyapih TV”

Your feeling is valid

Ponsel suami saya berbunyi. Ia mengobrol singkat dengan seseorang. Setelah obrolan diakhiri, ia berkata, “Kita siapkan untuk pindah ya.”

Wacana pindah sudah ada sejak beberapa bulan lalu. Kami sadar rumah yang kami tempati dengan sistem kontrak ini tidak bisa diperpanjang lagi masa kontraknya. Alhamdulillah sudah ada pengganti yang pas. Kami sengaja mencari agak jauh waktunya dari jatuh tempo kontrakan agar ada waktu untuk bersiap.

Kalau cuma berkemas, mungkin tidak lama. Yang susah adalah mem-briefing anak kami.

Continue reading “Your feeling is valid”

Mengambil hikmah dari Paw Patrol

What? Paw Patrol? Really?

Belakangan ini anak saya mulai suka nonton kartun di TV. Paw Patrol salah satu favoritnya.

Buat yang belum tahu, Paw Patrol ini sekumpulan anjing yang punya kendaraan dan peralatan khusus untuk menolong orang dengan dipimpin seorang anak lelaki bernama Ryder. Yah, tipikal film superhero gitu deh, tapi karakternya anjing.

Walaupun ini kartun anak-anak, tapi ada beberapa hal yang saya pelajari dari nonton Paw Patrol bareng anak saya:

Continue reading “Mengambil hikmah dari Paw Patrol”

Pencitraan

Ibu dari 2 anak itu tampak lelah. Ia berusaha tersenyum saat bertemu saya. Senyum “menghormati” karena sudah lama tak bersua secara offline. Alih-alih menunjukkan ketegaran yang selama ini tampak di media sosial, ia justru menceritakan hal lain.

Continue reading “Pencitraan”

Memberi contoh dan mengajarkan

Dalam kajian semalam, saya mendapat wawasan baru tentang adab memuliakan tamu. Disebutkan bahwa memuliakan tamu sudah dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. yang kisahnya diabadikan dalam Al Qur’an.

Alkisah Nabi Ibrahim a.s. kedatangan 2 orang tamu (yang sebenarnya adalah malaikat) berkunjung ke rumahnya. Setelah mempersilakan mereka masuk, Nabi Ibrahim a.s. diam-diam segera masuk rumah dan mempersiapkan hidangan berupa daging anak sapi gemuk.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam kisah ini.

Continue reading “Memberi contoh dan mengajarkan”