Tips backpacker Jepang

1. Language gap

Nggak usah ragu kalau mau backpacker ke Jepang. Kota-kota besar seperti Tokyo & Kyoto sudah sangat welcome terhadap turis. Petunjuk jalan dalam Bahasa Inggris ada di mana-mana. Petugas di stasiun juga banyak yang bisa Bahasa Inggris. Seandainya nggak bisa pun mereka akan berusaha untuk bantu. Bahkan anak muda di Kyoto yang kami tanya masih berusaha untuk menolong walaupun dengan Bahasa Inggris belepotan.

Continue reading “Tips backpacker Jepang”

Berkembang

Semalam saat menyiapkan makan, saya tiba-tiba teringat curhatan seorang ibu di acaranya IP Bandung beberapa waktu silam.

Ia yang merupakan ibu muda beranak 1 (usia <1 tahun) rupanya punya suami yang jauh lebih jago masak. Jagonya ini yg beneran jago sampai nolak bumbu jadi, penyedap, dll. Sementara kemampuan si ibu kebanting banget cuma bisa masak air, mie, telor, nasi, dan sebangsanya.

Continue reading “Berkembang”

Belajar mencintai diri sendiri bersama RBSB

Learning to love yourself is the greatest love of all..” -Whitney Houston-

Di hadapan saya duduk seorang ibu dari 4 orang anak. Dengan mata berbinar ia menjawab pertanyaan sederhana, “Bagaimana selera makan anak-anak di rumah?” Dengan lancar ia menyebutkan makanan kesukaan masing-masing termasuk suaminya.
“Kalau suami sukanya sambal terasi. Dibikinkan sambal bawang nggak mau. Pasti nanti ditambah kecap. Sedangkan anak pertamaku nggak suka kalau sambal bawangnya dikasih kecap. Jadi biasanya aku bikin 2 macam sambal,” katanya sambil tertawa kecil.
Semuanya ia ceritakan, kecuali apa makanan kesukaannya, yang tampaknya sudah lama ia lupakan.

***

Continue reading “Belajar mencintai diri sendiri bersama RBSB”

Curhatan anak

Mata kecilnya berbinar menatap saya. Mulutnya berbicara tanpa henti, membahas apapun yang menurutnya menarik. Walaupun sebenarnya yang ia ceritakan cukup remeh bagi saya.

Baginya, saat ini saya adalah dunianya. Tempat menampung semua obrolannya. Mendengar semua kisahnya.

Pelukan saya yang ia cari ketika bangun tidur. Takut. Sedih. Cemas. Atau bahkan senang.

Ia sangat percaya pada saya sehingga semua kegiatannya harus bersama saya. Sementara ini saya lah satu-satunya teman mainnya.

Sungguh saya takut kalau ini semua akan hilang dari saya akibat kesalahan saya.

Continue reading “Curhatan anak”